Bisnis Anggur Sebagai Tanaman Hias

Mengawali sebuah bisnis memang tak
mudah. Terlebih untuk budidaya buah
stroberi dan anggur. Butuh trik khusus
untuk meraup sukses.
Buah stroberi dan anggur memang enak
dimakan. Tapi di balik itu, butuh keuletan
untuk membudidaya buahnya hingga siap
panen dan menuai untung.
Budidaya Anggur
Anggur merupakan jenis tanaman buah
yang mudah untuk tumbuh, baik di area
dataran tinggi atau rendah. Itu bergantung
pada masing-masing jenisnya. Seperti
dijelaskan oleh penangkar hortikultura di
Surabaya – Dani Bambang Suryo. Artinya,
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
saat proses dan pasca panen anggur.
Mengingat, proses panen dan pasca panen
merupakan langkah finishing dalam
pembudidayaan tanaman buah, sehingga
tak hanya bicara tentang kualitas, tapi juga
kuantitas. Akan termasuk pada jenis buah
pilihan, ketika soal kualitas dan kuantitas
sama-sama terpenuhi.
Panen
Hal pertama yang dilakukan saat panen
adalah dengan mengetahui ciri dan umur
panen. Umur panen anggur sendiri
tergantung dari jenis yang ditanam, seperti
masalah iklim dan tinggi tempat yang
tentu berpengaruh saat panen. Untuk
daerah rendah, panen bisa dilakukan ketika
umur buah sudah mencapai 90-100 hari
setelah pangkas. Sedangkan di daerah
dataran tinggi, umur buah antara 105–110
hari setelah pemangkasan.
Berkaitan juga dengan tingkat kemasakan
buah, dimana baik untuk dipanen adalah
warna dalam satu tandan telah rata dan
butir buah mudah lepas dari tandan dan
keadaan buah kenyal serta lunak. Pada sesi
ini, teknik panen tak boleh luput dari
perhatian, yaitu sebaiknya panen dilakukan
dalam cuaca cerah dan di pagi hari dan
hati-hati dengan pemetikan (jangan
sampai bedak hilang).
Hasil pemetikan dimasukkan keranjang
atau kardus karton. Usahakan
penempatannya tak menumpuk, agar buah
yang terletak di bawah tak rusak dan
pecah. Perlu diketahui bahwa periode
panen pada tanaman anggur dalam satu
tahun mengalami dua kali panen. Demikian
halnya dengan perkiraan produksi. Artinya,
dari areal tanaman anggur seluas 1 ha
dengan rasio jarak tanam 4 x 5, jumlah
tanaman bisa mencapai + 500 batang
dengan hasil panen per tahun rata-rata
7.500 kg anggur.
Pasca Panen
Masih ada kegiatan pasca panen. Terlebih
jika anggur-anggur yang dipanen ini
tujuannya untuk usaha. Hal yang bisa
dilakukan pada kegiatan pasca panen ini
diantaranya:
1. Pengumpulan. Pada saat anggur-anggur
dikumpulkan, tak boleh ditumpuk, karena
bisa merusak buah di bawahnya.
Terpenting, usahakan sebisa mungkin
bedak yang ada pada anggur dijaga agar
tidak hilang.
2. Penyortiran dan Penggolongan. Di sini,
penyortiran bisa dilakukan dengan
menyingkirkan buah yang rusak dan buah
yang masih terlalu muda dalam satu
dompolan. Kemudian anggur digolongkan
menurut ukuran dompolan dan
keseragaman besar buah.
3. Penyimpanan. Cara terbaik dalam
penyimpanan adalah dengan memasukkan
dalam ruang pendingin untuk mengurangi
penguapan. Tapi ada juga alternatif lain
yang mudah, ringkas, dan kapasitas
penyimpanan besar, yaitu dengan
menggantung anggur untuk diangin-
anginkan dalam ruang yang sejuk, agar
tidak terjadi kebusukan pada anggur.
4. Pengemasan dan Pengangkutan. Pada
proses pengemasan, kebanyakan
menggunakan keranjang bambu yang
dilapisi kertas koran. Namun cara ini
kurang efektif. Sebab, bisa menyebabkan
banyaknya buah rusak, sehingga cara
terbaik dalam pengemasan bisa dengan
menggunakan kotak kayu yang diisi
dengan serbuk gergaji. Maka, kerusakan
buah bisa diminimalisir saat pengangkutan.
Budidaya Stroberi
Beda tanaman tentu beda pula penerapan
teknik budidayanya. Seperti pada buah
stroberi yang perlakuan teknik panennya
berbeda dengan buah anggur. Stroberi
merupakan tanaman stolon. Artinya,
anakan mulai berbunga ketika berumur 2
bulan setelah tanam. Kemudian dilanjutkan
dengan pembuangan pada munculnya
bunga. Barulah setelah tanaman berumur 4
bulan, bunga dibiarkan tumbuh jadi buah.
Komplit, periode pembungaan dan
pembuahan memakan waktu selama 2
tahun tanpa henti.
Panen
Sama halnya dengan teknik awal panen
pada anggur, yaitu mengetahui dengan
spesifik ciri dan umur panen. Untuk ciri,
bisa dilihat pada bagian buah yang sudah
agak kenyal dan empuk. Terlebih didukung
dengan kulit buah yang didominasi warna
merah, hijau kemerahan hingga kuning
kemerahan. Bisa juga ditandai dengan
sistem waktu, dimana buah berumur 2
minggu sejak pembungaan atau 10 hari
setelah awal pembentukan buah.
Setelah tahu ciri buah yang akan dipanen,
langkah selanjutnya tentu cara
menerapkan teknik panen. Idealnya, panen
dilakukan dengan memetik bagian tangkai
bunga dengan kelopaknya. Di sini, tangan
jangan sampai menyentuh buah.
Penggunaan gunting pun sedikit riskan
dilakukan, meski efektif untuk panen.
Panen dilakukan dalam kurun waktu dua
kali dalam satu minggu
“Jika tetap menggunakan gunting untuk
proses panen. Sebaiknya, sterilkan terlebih
dulu. Itu untuk menghindari kebusukan
buah nantinya,” ujar Pembudidaya
Stroberi di Purbalingga Jateng – Andi Arifin.
Perkiraan produktivitas tanaman stroberi
bergantung dari varietas dan teknik
budidaya. Untuk varitas Osogrande
mencapai 1,2 kg/tanaman/tahun, varitas
pajero 0,8 kg/tanaman/tahun dan varitas
Selva 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun. Ketiga
varitas ini, menurut Andi, jenis stroberi
yang paling banyak dibudidaya di
Indonesia.
Pasca Panen
1. Pengumpulan. Sebaiknya buah disimpan
dalam suatu wadah dengan hati-hati agar
tidak memar. Simpan di tempat teduh atau
dibawa langsung ke tempat penampungan
hasil dan hamparkan buah di atas lantai
beralas terpal atau plastik. Kemudian cuci
buah dengan air mengalir dan tiriskan di
atas rak-rak penyimpanan.
2. Penyortiran dan Penggolongan. Pisahkan
buah yang rusak dari buah yang baik.
Penyortiran buah berdasarkan pada
varietas, warna, ukuran, dan bentuk buah.
Terdapat 3 kelas kualitas buah, yaitu:
– Kelas Ekstra. Buah berukuran 20-30 mm
atau tergantung spesies, warna, dan
kematangan buah seragam.
– Kelas I. Buah berukuran 15-25 mm atau
tergantung spesies, bentuk, dan warna
buah bervariasi.
– Kelas II. Tak ada batasan ukuran buah,
sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang
masih dalam keadaan baik.
3. Pengemasan dan Penyimpanan. Dalam
proses pengemasan stroberti ini bisa
dikemas dalam wadah plastik transparan
atau putih, dengan kapasitas 0,25-0,5 kg
dan ditutup dengan plastik lembar
polietilen. Sedangkan untuk penyimpanan,
diletakkan pada rak dalam lemari
pendingin dengan suhu 0-10C.
Selama ini, banyak yang mengeluhkan
buah yang dikirim sudah rusak sebelum
tiba di tempatnya. Tentu bukan
keuntungan yang didapat. Terlebih pada
anggur yang tergolong jenis buah rentan
kerusakan, karena tipisnya lapisan kulit.
Namun hal itu bisa ditekan jika proses
panen dan pasca panen diperhatikan dari
awal.


Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan

See Also :
Terarium Seni tanam dalam Kaca
Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
Khasiat Biji Anggur
Tips Dekorasi Rumah
Tanaman Anggur Tumbuh Baik di Indonesia
Pedoman Budidaya Anggur
Hama dan Penyakit Anggur
Bisnis Anggur sebagai tanaman hias

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: