Pedoman Budidaya Anggur

Tanaman anggur yang diperbanyak
dengan benih sifatnya tidak sama
dengan induknya: Mengingat seteknya
lebih mudah rriembentuk akar,
penyetekan merupakan cara yang
paling sederhana dalam perbanyakan
klon. Penyambungan atau penempelan
juga mungkin dilakukan, dan ada
berbagai pilihan batang bawah, baik
melalui seleksi maupun penangkaran,
yang toleran terhadap hama,
kekeringan, dan salinitas; batang
bawah juga bervariasi dalam
kesuburan dan kecocokannya terhadap
cahaya atau tanah berat: Perbanyakan
dengan setek biasa dilakukan di Asia
Tenggara; di Thailand, penempelan
sumbing (chip-budding) umum
dilakukan pada ‘Solonix x Othello
1613’, yakni batang bawah yang –
resisten terhadap ‘phylloxera’ anggur
dan terhadap sejumlah galur
nematode busuk akar. Setek batang
tua diambil dari batang yang
tampaknya sehat, produktif, sisa
pemangkasan pada kebun anggur.
Batang yang kokoh dengan ruas yang
relatif pendek dan mata tunas yang
tumbuh baik merupakan bahan setek
yang -paling baik. Potongan bagian
bawah dilakukan pada satu buku,
potongan itas antara buku keempat
dan kelima di atasnya. Batang
bawah,dari Thailand juga diperbanyak
dari setek; batang bawah itu dapat
ditempeli ketika batang atas telah
memiliki mata tunas utama yang
sudah berkernbang penuh. Jarak
tanam yang sangat bervariasi sering
dibuat pada vitikultur, mengingat jarak
tanam itu bergantung kepada sistem
perlakuan batang, dan pada kesuburan
batang. Di delta tengah, Thailand,
sawah diubah menjadi guludan-
guludan yang ditinggikan, yang
dipisahkan oleh parit=parit selebar 8
m, untuk menciptakan sistem
pengaliranvair pada musim hujan dan
untuk penyaluran air selarna musim
kemarau. Setiap guludan ditanami
dengan dua baris batang anggur,
dengan jarak antar-baris 4-5 m, dan
antartanaman 3-3,5 m, jadi
kerapatannya 830-700 batang/ha. Di
Indonesia dan Filipina, kerapatan itu
seringkali melebihi 1000 batang/ha.
Pemeliharaan
Tangan kosong (bare arms)
merupakan masalah besar pada
perlakuan, batang- anggur di wilayah
tropik. Masalah ‘tangan kosong’ ini
dapat diatasi dengan jalan menjepit
ujungnya berulangulang selama
tumbuh, untuk tnemaksa tumbuhnya
pucuk lateral pada setiap -buku. Hanya
setelah cukup pucuk lateral
bermunculan dengan :kesuburan yang
memadai, barulah ‘tangan’ itu
dibiatkan memanjang. Penjepitan itu
akan memperlambat pembentukan
‘tangan berisi’, sebaiknya akan
menghasilkan kerangka yang pepat
penuh dengan batang-beruas, yang
setelah dipangkas akan menghasilkan
pucuk pertama yang akan
menghasilkan buah. Lebih penting lagi
adalah terjadinya perbaikan vitalitas
dan kelanggengan batang-beruas,
sebab jarak antua akar dan pucuk tetap
dekat. Sepanjang fase perlakuan,
segala sesuatunya dikerjakan guna
merangsang kekuatan tumbuh batang,
karena tugas yang paling dituntut,
yaitu pembentukan tunas lateral
dengan persentase tinggi,
dilaksanakan terakhir. Jika kekuatan
tumbuh memadai, perlakuan dapat
dirampungkan kira-kira setahun. Fase
perlakuan ini diikuti oleh fase berbuah,
yang dalam fase itu pemangkasan
akan mengawali setiap musim
berbuah. Setelah, pemangkasan
munculnya tunas terjadi berangsur-
angsur, mulai dari bagian distal ke
bagian basal; pemunculan tunas itu
rendah saja persentasenya, sedangkan
bagian pangkal paling responsif.
Dengan dua kali musim panen per
tahun, dan munculnya tunas terutama
hanya yang terdekat dengan bidang
pangkasan, tajinya itu segera menjadi
lebih kompleks dan memanjang lebih
jauh ke luar dari ruas-ruas itu, karena
tunas ketiak pada kayu yang lebih tua
akan rusak, sedangkan tunas adventif
jarang ada. Kurangnya tunas-tunas dan
meningkatnya jarak antara pucuk dan
akar menjurus ke cepatnya menurun
ketahanan tumbuh batang anggur.
Berbagai teknik penanaman dilakukan
untuk mendorong tumbuhnya tunas.
Stres air yang direkayasa selama masa
panen diakhiri dengan cara dilakukan
pengairan segera setelah tanaman
dipangkas; hara juga diberikan pada
saat yang sama. Batang anggur ini
umumnya dipangkas lebih pendek
daripada yang dilakukan di wilayah
bergaris lintang yang jauh dari
ekuator, supaya tetap dekat dengan
‘tangan-tangannya’. Masing-masing
tunas ‘ditakik’ dengan membuat irisan
pada buku di atas tunas untuk
menghilangkan, penghambatan
korelatif. Sejumlah bahan kimia teiah
dicoba untuk memperbaiki pecahnya
mata tunas. Pada tahun 198U-an
semua bahan kimia ini telah diganti
dengan kalsium sianamida atau
hidrogen sianamida. Sianamida Iebih
aman dan khususnya efektif pada
kultivar-kultivar yang persentase
pecahnya mata tunas rendah sekali;
perlakuan ini dapat berpengaruh nyata
terhadap vitikultur di wilayah tropik.
Selama musim hujan sulit memelihara
tanaman anggur tetap sehat dan dapat
menghasilkan buah yang berkualitas
tinggi. Mungkin lebih baik
mengorbankan panen selama musim
hujan dengan cara pemangkasan yang
sangat pendek, misalnya hanya
menyisakan satu buku, agar diperoleh
pucuk yang sebagian besar tidak
produktif. Lagi pula, dengan perlakuan
demikian, pengluasan kompleks taji itu
diperkecil: Pemangkasan pada awal
daur produksi itu ditambah dengan
perlakuan penjepitan atau pemo-
tongan pucuk yang paling kuat, agar
pucuk tetangganya yang kurang kuat
dapat mengejarnya; tujuannya agar
semua pucuk sama baiknya. Periakuan
ini dapat dilaksanakan ketika pucuk
diikatkan ke terali. Di wilayah tropik,
respon terhadap pemangkasan itu tak
dapat diperkirakan, sedangkan
penjarangan bunga dan/atau buah
merupakan tindakan yang bermanfaat
dalam memperbaiki perirnbangan
antara pertumbuhan dan
pembentukan buah. Kelebatan buah
yang berlebihan tidak hanya
melemahkan batang, tetapi juga
mempunyai efek terhadap kualitas
buah (kurang terkumpul gula di dalam
buahnya). Selain itu penjarangan buah
akan membantu menghasilkaa tandan
buah yang lebih terbuka (kurang
rentan terhadap penyakit busuk),
dengan bentuk yang teratur (lebih
mudah dikemas). Penjarangan bunga
itu mencakup pembuangan
perbungaan teratas pada semua atau
sebagian besar pucuk yang memiliki
dua atau lebih perbungaan. Rangkaian
buah dapat dikurangi buah-buahnya
segera


Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan

See Also :
Terarium Seni tanam dalam Kaca
Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
Khasiat Biji Anggur
Mendeteksi Kanker Usus Besar
Tanaman Anggur Tumbuh Baik di Indonesia
Pedoman Budidaya Anggur
Hama dan Penyakit Anggur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: