Disersi dari Sang Diktator

Salah satu film dalam katagori ini adalah :

The Last King of Scotland

Adalah sebuah film drama berbasis novel yang sama karangan Giles Foden.

The Last King of Scotland menceritakan tentang cerita fiksi dari Dr. Nicholas Garrigan (James McAvoy) dokter scottish muda yang melakukan perjalanan ke uganda yang menjadi dokter pribadi diktator Idi Amin (Forest Whitaker). Filmnya berbasis pada kejadian faktual pada pemerintahan Idi Amin.

Film dimulai di Scotland tahun 1970, Nicholas Garrigan (James McAvoy) baru saja lulus dari sekolah kedokteran. Menghadapi usulan ayah burjoisnya yang menginginkannya praktek di desa keluarganya. Dia pergi ke Uganda untuk bekerja di sebuah klinik misionaris yang dijalankan oleh Dr. Alan Merrit (Adam Kotz) dan istrinya Sarah (Gillian Anderson).

Garrigan datang ke Uganda ketika Jendral Idi Amin (Forest Whitaker) baru memenangkan penggulingan presiden berkuasa Milton Obote. Dengan kharismanya dan visinya tentang masa kebebasan untuk Uganda.

Garrigan bertemu presiden yang baru ketika ia membantu Amin ketika mengalami kecelakaan mobil kecil. Disini Amin tertarik dengan keberanian dan kecekatan Garrigan yang mencabut pistol Amin untuk menembak Binatang yang mengganggunya.

Keberanian Garrigan juga ditunjukkannya dalam hal lain ketika ia mengatur sebuah suasana untuk mempengaruhi Sarah.

Pendek cerita President mengundang Garrigan ke istananya di Kampala untuk menjadi dokter pribadi dan bertanggung jawab untuk memperbaiki sistem kesehatan di Uganda. Di sini kita melihat kehebatan sisi Garrigan dalam diskusi dengan sang president dan berusaha menolak permintaan presiden yang membuat sang presiden semakin tertarik dengan pribadi Garrigan. Tetapi untuk usaha menjauhi Sarah, orang yang membuatnya jatuh cinta, Garrigan akhirnya menerima tawaran Amin.

Garrigan dengan cepat mendapatkan kepercayaan Presiden, dan menjadi kepala penasehatnya. Meskipun Garrigan perduli dengan penembakan dan pembantaian yang terjadi di Kampala, dia dapat menerima penjelasan Amin bahwa penguasa baru perlu untuk menghancurkan pemberontak pendukung Obote yang pada akhirnya akan membawa kedamaian untuk negeri.

Sosok Garrigan menggambarkan posisinya yang mengagumkan dihadapan sang presiden. Bahkan saking dekatnya dengan sang presiden, bahkan Garrigan tidak risih untuk berdiskusi dengan sang jendral hanya dengan bertelanjang dada.

Bagaimanapun penonton pada akhirnya akan dapat memahami mengapa akhirnya Garrigan menjadi pemaaf dengan tindakan keras sang diktator.

Ini juga bisa menjadikan kita memahami mengapa dulu begitu banyak pendukung di sekitar Regim Kejam sekalipun, karena mereka membuat alasan-alasan yang masuk akal dan memupuk orang-orangnya dengan harta dan kemewahan.

Garriganpun serupa itu, ia mendapatkan kemewahannya, rumah megah, mobil Mercedes-Benz baru, dan wanita-wanita yang ia suka, hidup mewah melalui exploitasi Uganda.

Garrigan juga menemukan sang Presiden menyia-nyiakan istri ketiganya Kay karena melahirkan anak yang Epilepsi. Garrigan menyembuhkan penyakit epilepsinya, dan menjadi dekat dengan Kay yang ia lihat sangat mandiri, kuat dan energic yang membuatnya kagum. Akhirnya Garrigan dan Kay saling jatuh cinta.

Kepercayaan Garrigan pada Amin luntur dengan semakin banyaknya kekerasan yang dilakukan sang President. dan Garrigan memutuskan untuk kembali ke Scotland. Tetapi niatnya ini dicegah oleh sang Jendral.

Garrigan tidak boleh keluar dari kontrol Sang Jendral.

Garrigan akhirnya berupaya menemui rekan Bulenya untuk membawanya keluar dari Uganda. Mereka tidak mau membantu Garrigan, kecuali garrigan membunuh Presiden.

Usaha pembunuhan itu diaturnya dengan berusaha memberi Presiden obat-obatan. Tetapi usahanya ini berhasil deketahui pengawalnya, sehingga Garrigan ditahan dan mengalami penyiksaan yang hebat.

Penderitaan Garrigan diketahui rekan dekatnya yang memberanikan diri untuk mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Garrigan.

Garrigan pada akhirnya selamat bisa pergi ke luar negeri, dengan Pesawat, ketika terjadi pembajakan pesawat di Uganda yang dikenal dengan peristiwa Operasi Entebbe . Sementara Rekannya terbunuh untuk membebaskan Garrigan.

Kecocokan dengan cerita Asli :

Idi Amin dan lingkungan sekitarnya dalam film ini adalah mirip dengan cerita sesungguhnya, sementara Garrigan adalah karakter fiksi, tetapi ceritanya sangat mirip berdasarkan kejadian yang dialami Bob Astles.  Seperti dalam cerita novelnya, film menggabungkan fiksi dengan kejadian sesungguhnya dalam sejarah Uganda untuk memberikan gambaran Amin dan Uganda dalam masa pemerintahan diktatornya.

Dalam kejadian aslinya, Kay Amin tidak hamil oleh Astles (atau Garrigan dalam hal ini) tetapi oleh kekasihnya, DR. Mbalu Mukasi. Dalam kehidupan sesungguhnya Kay mati ketika melakukan operasi aborsi oleh Mukasa, yang kemudian bunuh diri. Tubuh Kay kemudian dimutilasi sebagaimana ditunjukkan oleh film ini atas perintah Amin.

Dalam kisah sesungguhnya, Amin tidak pernah memiliki anak bernama Campbell.

Kebanyakan bangunan Uganda yang terlihat dalam film tidak ada di tahun 1970.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: