Daya Serap Pasar

ANDA  dibuat pusing karena produk harus terjual secepat mungkin? Sebab, jika produk Anda tidak segera diserap pasar, berarti uang tidak masuk, dan otomatis pula tidak bias membeli kembali bahan baku? Dan, berbuntut proses produksi tersendat? Memang, kadang kala, pasar di dalam negeri tidak cepat menyerap produk. Ada saja kendalanya. Misalnya, waktu pendistribusian yang tidak tepatlah, konsumen tak berminatlah, atau pasar lagi lesu. Beragam penyebab itu sering dianalisa, dan tetap pula tak terpecahkan, bahkan kepala tambah nyut-nyutan.

Tapi tak usah murung. Cobalah memasuki pasar di luar negeri. Pertanyaan yang muncul adalah: ‘’Mungkinkah produk itu diserap pasar setempat?’’ Lantas, bagaimana cara memprediksi atau menduganya? Ada satu cara yang dapat dilakukan dengan sedikit modal kerja. Ini cerita pengalaman beberapa orang yang pernah melakukan prediksi daya serap pasar, yaitu memanfaatkan hasil sensus nasional.

SENSUS NASIONAL

Sensus secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu proses mendapatkan informasi tentang setiap anggota dari suatu populasi (tidak selamanya manusia). Dan sensus merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengumpulan data. Data dari hasil sensus dapat digunakan untuk berbagai tujuan, antara lain, penelitian, voting (pengumpulan suara/pemilihan), pemasaran di dunia perdagangan ataupun perencanaan terhadap sesuatu hal.

Melalui data hasil sensus inilah yang antara lain dapat digunakan untuk memprediksi daya serap pasar terhadap sesuatu produk di sebuah negara. Tiap negara kerap melaksanakan sensus nasional pada periode tertentu. Australia, Jepang, dan New Zealand, misalnya, melaksanakan setiap lima tahun sekali. Sedangkan beberapa negara lain melakukan setiap sepuluh tahun sekali, misalnya, India, Brazil dan Hongkong. Materi yang disensus juga beragam. Ada yang sangat lengkap, meliputi segala macam aspek yang dapat dipakai untuk mengukur kemajuan suatu ekonomi negara ataupun bangsa. Ada pula yang hanya melakukannya terhadap beberapa aspek saja, misalnya, tentang perkembangan perumahan rakyat.

Semakin maju dan mapan suatu negara, biasanya hal yang disensus semakin lengkap dan bervariasi. Sedangkan negara yang belum mampu menyediakan dana bagi keperluan suatu sensus nasional terkadang hanya melakukan sensus terhadap beberapa hal saja, sehingga data dan statistik yang dihasilkan sangat terbatas. Data yang dihasilkan dari suatu sensus nasional sangat menarik dan berguna untuk ditelaah, karena dapat digunakan sebagai salah satu cara dalam mengukur kemungkinan terserapnya produk Anda.

DATA DALAM SENSUS

Data yang didapat dari suatu sensus nasional sangat beragam, misalnya, tentang: 1) populasi penduduk yang diperinci berdasarkan wilayah, jenis kelamin, jumlah pendu-duk berdasarkan usia, tingkat pendidikan dan peserta pen-didikan, pekerjaan, penghasi-lan, jumlah orang berkewar-ganegaraan asing, seperti ekspatriat, dan sebagainya; 2) ekonomi yang diperinci berdasarkan jumlah pekerja, jenis pekerjaan, jumlah pengangguran, usia pengang-guran, penghasilan, pegawai bulanan, buruh kontrak, jenis dan kapasitas industri, dan sebagainya; 3) sosial budaya yang dirinci berdasarkan jumlah penduduk menikah, usia awal pernikahan, bahasa ibu, kemampuan berbahasa asing, tingkat perceraian, jumlah murid SD SMP SMA Universitas, dan sebagainya. Selain itu; 4) fertilitas yang dirinci berdasarkan tingkat kelahiran, sebaran kelahiran, usia ibu melahirkan, tingkat kematian balita dan lansia, dan sebagainya; 5) perumahan yang dirinci berdasarkan jumlah dan luas rumah dibangun jumlah dan luas apartemen dibangun, jumlah kamar dalam rumah dan apartemen, jenis bahan bangunan serta jumlahnya yang digunakan untuk pembangunan rumah maupun apartemen, sebaran perwilayah pembangunan rumah dan apartemen baru, status rumah, kebutuhan listrik/PAM/gas, sistem pemanas ruangan (Untuk Negara yang memiliki 4 musim), dan sebagainya. Data berikutnya: 6) Industri yang dirinci lagi ke berbagai data industri, misalnya, tentang otomotif berupa merk mobil terpopuler, jenis mobil di produksi untuk setiap merk, jenis mobil terjual untuk setiap merk, jumlah produksi kendaraan angkutan umum, jumlah produksi kendaraan berat, dan sebagainya, serta: 7) dan berbagai hal yang dipandang perlu untuk disurvei oleh suatu Negara, dan hal ini akan berbeda dari  satu negara ke negara lain. Data dari hasil sensus ada yang disajikan secara cuma-cuma melalui  internet atau bulletin.

Ada pula yang harus dibeli melalui berbagai perusahaan penerbitan. Umumnya bila data tersebut sangat spesifik untuk kebutuhan yang spesifik akan diterbitkan dalam format khusus berupa buku, CD atau ujud lainnya, yang kemudian dijual kepada khalayak umum. Bagi yang bermodal pas-pasan, cukup membuka internet dan di-search lembaga-lembaga sensus yang ada di dunia. Ketik teks National Census atau National Statistical Offices, kemudian pilih salah satu alamat web yang muncul dalam list hasil searching pada internet tersebut. Dapat pula langsung masuk  situs http://statbel.fgov.be, kemudian masuk menu Information dan pilih salah menu di dalamnya sesuai kebutuhan. Lihat isinya berupa apa saja, mungkin ada yang berguna untuk kita gunakan dalam memprediksi daya serap pasar disuatu negara.

MANFAAT

Melalui data yang didapat dari hasil suatu sensus, kita dapat memanfaatkan untuk membuat suatu prediksi, kira-kira seberapa besar daya serap pasar di suatu negara termasuk perkiraan kemampuan daya beli penduduknya. Misalnya, produsen sepatu anakanak khusus balita. Anda dapat melihat data berapa pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara, kemudian berapa jumlah anak balita termasuk jenis kelaminnya, lalu penyebarannya di setiap provinsi.

Dari data ini produsen dapat memperkirakan berapa kemungkinan kebutuhan sepatu anak-anak usia balita. Produsen alas kaki lainnya pun dapat memakai data tersebut untuk hal yang sama. Misalnya, sandal, sepatu skets, dan sebagainya. Kemudian bagi produsen hiasan rumah tangga, semisal textil untuk gordijn, taplak meja, kain seprei, perlengkapan tempat tidur lainnya, pecah belah piring makan gelas ataupun karpet, tembikar, dengan melihat data sensus jumlah dan luas rumah atau apartemen dibangun.

Dari situ dapat diperkirakan berapa kebutuhan terhadap hal-hal tersebut setiap tahunnya. Sedangkan bagi produsen alat-alat kebutuhan rumah tangga, semisal korek api, sendok garpu, ember plastik atau produk-produk plastik lainnya untuk rumah tangga, dapat memanfaatkan data jumlah penduduk, jumlah perkawinan, jumlah rumah dan apartemen, jumlah orang bekerja, penghasilan orang bekerja, untuk memprediksi kemungkinan daya serap mereka terhadap produkproduk tersebut. Tidak ketinggalan bagi produsen perlengkapan otomotif, maka ia dapat membuka data statistik otomotif untuk memperkirakan daya serap produkproduknya, semisal asesoris maupun suku cadang.

Kepada produsen Indonesia, baik UKM maupun usaha besar, tinggal ditimang- timang saja sebesar apa kesediaan kita untuk sedikit menyisihkan uang bagi usaha membaca pasar guna mengetahui apakah produk kita dapat diserap pasar di luar negeri. Ingat pula: jangan menganggap rendah produk kita! Jangan berpikir sebagai barang sederhana yang dianggap tak mungkin laku di luar negeri. Ada contoh yang dapat mengejutkan pembaca. Sebuah produsen korek api Indonesia dari bahan kayu (bukan gas) berhasil menjual produknya ke negaranegara di benua Amerika Selatan, yaitu Chile, Bolivia dan Paraguay.

Dalam sebulan, korek api itu terkirim antara satu hingga dua container ke negara-negara tersebut. Sang produsen menjual produknya dengan penuh percaya diri ke negara-negara yang  penghasilan rata-rata penduduknya masih rendah di Amerika Selatan. Alasannya adalah penduduk setempat selalu membutuhkan sumber api untuk kebutuhan hidup, seperti menyalakan kompor, rokok, penerangan lilin atau lampu teplok, api unggun, alat las, alat atau mesin penghangat ruangan. Jadi mereka memerlukan sumber api dari hari ke hari.

Kemudian mengingat kemampuan atau penghasilan penduduk masih sangat rendah tidaklah cocok bila kita jual korek api gas. Maka, dieksporlah dari Indonesia korek api dari bahan kayu yang berharga murah, namun sangat dibutuhkan, dan ternyata dapat diserap oleh pasar setempat. Jadi, ada baiknya kita pun menghargai kemampuan daya beli penduduk setempat, dan carikan produk yang mereka butuhkan, namun  terjangkau kocek. Artinya, produk yang dijual tidak selalu yang berharga mahal dan berkualitas tinggi. Jika faktanya daya beli mereka rendah, ya kirimlah produk yang kualitasnya sedang-sedang saja.

See Also :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: