Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
- Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
– Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan
- Sukses Membuahkan Jeruk dalam Pot
See Also :
- Terarium Seni tanam dalam Kaca
- Industri-kreatif Indonesia
- Tips Dekorasi Rumah
- Adenium bonsai
- Jenis Lampu Hias
Jenis Lampu Hias
October 24, 2009 by imantriBisnis Anggur Sebagai Tanaman Hias
October 22, 2009 by imantriMengawali sebuah bisnis memang tak
mudah. Terlebih untuk budidaya buah
stroberi dan anggur. Butuh trik khusus
untuk meraup sukses.
Buah stroberi dan anggur memang enak
dimakan. Tapi di balik itu, butuh keuletan
untuk membudidaya buahnya hingga siap
panen dan menuai untung.
Budidaya Anggur
Anggur merupakan jenis tanaman buah
yang mudah untuk tumbuh, baik di area
dataran tinggi atau rendah. Itu bergantung
pada masing-masing jenisnya. Seperti
dijelaskan oleh penangkar hortikultura di
Surabaya – Dani Bambang Suryo. Artinya,
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
saat proses dan pasca panen anggur.
Mengingat, proses panen dan pasca panen
merupakan langkah finishing dalam
pembudidayaan tanaman buah, sehingga
tak hanya bicara tentang kualitas, tapi juga
kuantitas. Akan termasuk pada jenis buah
pilihan, ketika soal kualitas dan kuantitas
sama-sama terpenuhi.
Panen
Hal pertama yang dilakukan saat panen
adalah dengan mengetahui ciri dan umur
panen. Umur panen anggur sendiri
tergantung dari jenis yang ditanam, seperti
masalah iklim dan tinggi tempat yang
tentu berpengaruh saat panen. Untuk
daerah rendah, panen bisa dilakukan ketika
umur buah sudah mencapai 90-100 hari
setelah pangkas. Sedangkan di daerah
dataran tinggi, umur buah antara 105–110
hari setelah pemangkasan.
Berkaitan juga dengan tingkat kemasakan
buah, dimana baik untuk dipanen adalah
warna dalam satu tandan telah rata dan
butir buah mudah lepas dari tandan dan
keadaan buah kenyal serta lunak. Pada sesi
ini, teknik panen tak boleh luput dari
perhatian, yaitu sebaiknya panen dilakukan
dalam cuaca cerah dan di pagi hari dan
hati-hati dengan pemetikan (jangan
sampai bedak hilang).
Hasil pemetikan dimasukkan keranjang
atau kardus karton. Usahakan
penempatannya tak menumpuk, agar buah
yang terletak di bawah tak rusak dan
pecah. Perlu diketahui bahwa periode
panen pada tanaman anggur dalam satu
tahun mengalami dua kali panen. Demikian
halnya dengan perkiraan produksi. Artinya,
dari areal tanaman anggur seluas 1 ha
dengan rasio jarak tanam 4 x 5, jumlah
tanaman bisa mencapai + 500 batang
dengan hasil panen per tahun rata-rata
7.500 kg anggur.
Pasca Panen
Masih ada kegiatan pasca panen. Terlebih
jika anggur-anggur yang dipanen ini
tujuannya untuk usaha. Hal yang bisa
dilakukan pada kegiatan pasca panen ini
diantaranya:
1. Pengumpulan. Pada saat anggur-anggur
dikumpulkan, tak boleh ditumpuk, karena
bisa merusak buah di bawahnya.
Terpenting, usahakan sebisa mungkin
bedak yang ada pada anggur dijaga agar
tidak hilang.
2. Penyortiran dan Penggolongan. Di sini,
penyortiran bisa dilakukan dengan
menyingkirkan buah yang rusak dan buah
yang masih terlalu muda dalam satu
dompolan. Kemudian anggur digolongkan
menurut ukuran dompolan dan
keseragaman besar buah.
3. Penyimpanan. Cara terbaik dalam
penyimpanan adalah dengan memasukkan
dalam ruang pendingin untuk mengurangi
penguapan. Tapi ada juga alternatif lain
yang mudah, ringkas, dan kapasitas
penyimpanan besar, yaitu dengan
menggantung anggur untuk diangin-
anginkan dalam ruang yang sejuk, agar
tidak terjadi kebusukan pada anggur.
4. Pengemasan dan Pengangkutan. Pada
proses pengemasan, kebanyakan
menggunakan keranjang bambu yang
dilapisi kertas koran. Namun cara ini
kurang efektif. Sebab, bisa menyebabkan
banyaknya buah rusak, sehingga cara
terbaik dalam pengemasan bisa dengan
menggunakan kotak kayu yang diisi
dengan serbuk gergaji. Maka, kerusakan
buah bisa diminimalisir saat pengangkutan.
Budidaya Stroberi
Beda tanaman tentu beda pula penerapan
teknik budidayanya. Seperti pada buah
stroberi yang perlakuan teknik panennya
berbeda dengan buah anggur. Stroberi
merupakan tanaman stolon. Artinya,
anakan mulai berbunga ketika berumur 2
bulan setelah tanam. Kemudian dilanjutkan
dengan pembuangan pada munculnya
bunga. Barulah setelah tanaman berumur 4
bulan, bunga dibiarkan tumbuh jadi buah.
Komplit, periode pembungaan dan
pembuahan memakan waktu selama 2
tahun tanpa henti.
Panen
Sama halnya dengan teknik awal panen
pada anggur, yaitu mengetahui dengan
spesifik ciri dan umur panen. Untuk ciri,
bisa dilihat pada bagian buah yang sudah
agak kenyal dan empuk. Terlebih didukung
dengan kulit buah yang didominasi warna
merah, hijau kemerahan hingga kuning
kemerahan. Bisa juga ditandai dengan
sistem waktu, dimana buah berumur 2
minggu sejak pembungaan atau 10 hari
setelah awal pembentukan buah.
Setelah tahu ciri buah yang akan dipanen,
langkah selanjutnya tentu cara
menerapkan teknik panen. Idealnya, panen
dilakukan dengan memetik bagian tangkai
bunga dengan kelopaknya. Di sini, tangan
jangan sampai menyentuh buah.
Penggunaan gunting pun sedikit riskan
dilakukan, meski efektif untuk panen.
Panen dilakukan dalam kurun waktu dua
kali dalam satu minggu
“Jika tetap menggunakan gunting untuk
proses panen. Sebaiknya, sterilkan terlebih
dulu. Itu untuk menghindari kebusukan
buah nantinya,” ujar Pembudidaya
Stroberi di Purbalingga Jateng – Andi Arifin.
Perkiraan produktivitas tanaman stroberi
bergantung dari varietas dan teknik
budidaya. Untuk varitas Osogrande
mencapai 1,2 kg/tanaman/tahun, varitas
pajero 0,8 kg/tanaman/tahun dan varitas
Selva 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun. Ketiga
varitas ini, menurut Andi, jenis stroberi
yang paling banyak dibudidaya di
Indonesia.
Pasca Panen
1. Pengumpulan. Sebaiknya buah disimpan
dalam suatu wadah dengan hati-hati agar
tidak memar. Simpan di tempat teduh atau
dibawa langsung ke tempat penampungan
hasil dan hamparkan buah di atas lantai
beralas terpal atau plastik. Kemudian cuci
buah dengan air mengalir dan tiriskan di
atas rak-rak penyimpanan.
2. Penyortiran dan Penggolongan. Pisahkan
buah yang rusak dari buah yang baik.
Penyortiran buah berdasarkan pada
varietas, warna, ukuran, dan bentuk buah.
Terdapat 3 kelas kualitas buah, yaitu:
- Kelas Ekstra. Buah berukuran 20-30 mm
atau tergantung spesies, warna, dan
kematangan buah seragam.
- Kelas I. Buah berukuran 15-25 mm atau
tergantung spesies, bentuk, dan warna
buah bervariasi.
- Kelas II. Tak ada batasan ukuran buah,
sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang
masih dalam keadaan baik.
3. Pengemasan dan Penyimpanan. Dalam
proses pengemasan stroberti ini bisa
dikemas dalam wadah plastik transparan
atau putih, dengan kapasitas 0,25-0,5 kg
dan ditutup dengan plastik lembar
polietilen. Sedangkan untuk penyimpanan,
diletakkan pada rak dalam lemari
pendingin dengan suhu 0-10C.
Selama ini, banyak yang mengeluhkan
buah yang dikirim sudah rusak sebelum
tiba di tempatnya. Tentu bukan
keuntungan yang didapat. Terlebih pada
anggur yang tergolong jenis buah rentan
kerusakan, karena tipisnya lapisan kulit.
Namun hal itu bisa ditekan jika proses
panen dan pasca panen diperhatikan dari
awal.
Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
- Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
– Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan
See Also :
- Terarium Seni tanam dalam Kaca
- Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
- Khasiat Biji Anggur
- Tips Dekorasi Rumah
- Tanaman Anggur Tumbuh Baik di Indonesia
- Pedoman Budidaya Anggur
- Hama dan Penyakit Anggur
- Bisnis Anggur sebagai tanaman hias
Hama dan Penyakit Anggur
October 21, 2009 by imantriHama yang menyerang akar tanaman
anggur adalah kutu bengkak akar
Phylloxera vitifolia yang dapat diatasi
dengan Furadan 3 G. Kutu atau tungau
merah Tetranychus sp. dan hama
gurem Thrips sp. menyebabkan daun
berkeriput melengkung ke bawah.
Pada musim kemarau, hama tersebut
menyerang hebat pada daun.
Insektisida, misalnya Diazinon 0,2%
dapat mengatasi serangannya. Pada
malam hari, kumbang daun berwarna
hitam (Apogonia destructor) mengilat
dapat merusak daun anggur. Penyakit
yang mengancam adalah cendawan
embun tepung Uncinula necator atau
Oidium sp., penyakit karat Perenospora
sp. atau Phakospora vitis, dan penyakit
rotbrenner atau penyakit bakar
Pseudopezia tracheiphilla yang
menyerang pada musim kemarau yang
suhunya dingin dan lembap. Penyakit
ini sukar sekali diberantas. Pada musim
hujan yang suhunya dingin atau
berkabut, penyakit embun tepung
menyerang hebat hingga bunga-
bunganya sulit berkembang. Hal ini
disebabkan semua bagian tanaman
yang masih muda, tunas, daun muda,
ujung cabang, dan bunga terlutup
tepung putih. Hembusan tepung
belerang atau semprotan fungisida
Benlate 0,2% dapat mengatasi
serangan bila belum terlambat.
Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
– Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan
See Also :
- Terarium Seni tanam dalam Kaca
- Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
- Khasiat Biji Anggur
- Mendeteksi Kanker Usus Besar
- Tanaman Anggur Tumbuh Baik di Indonesia
- Pedoman Budidaya Anggur
- Hama dan Penyakit Anggur
Pedoman Budidaya Anggur
October 21, 2009 by imantriTanaman anggur yang diperbanyak
dengan benih sifatnya tidak sama
dengan induknya: Mengingat seteknya
lebih mudah rriembentuk akar,
penyetekan merupakan cara yang
paling sederhana dalam perbanyakan
klon. Penyambungan atau penempelan
juga mungkin dilakukan, dan ada
berbagai pilihan batang bawah, baik
melalui seleksi maupun penangkaran,
yang toleran terhadap hama,
kekeringan, dan salinitas; batang
bawah juga bervariasi dalam
kesuburan dan kecocokannya terhadap
cahaya atau tanah berat: Perbanyakan
dengan setek biasa dilakukan di Asia
Tenggara; di Thailand, penempelan
sumbing (chip-budding) umum
dilakukan pada ‘Solonix x Othello
1613′, yakni batang bawah yang -
resisten terhadap ‘phylloxera’ anggur
dan terhadap sejumlah galur
nematode busuk akar. Setek batang
tua diambil dari batang yang
tampaknya sehat, produktif, sisa
pemangkasan pada kebun anggur.
Batang yang kokoh dengan ruas yang
relatif pendek dan mata tunas yang
tumbuh baik merupakan bahan setek
yang -paling baik. Potongan bagian
bawah dilakukan pada satu buku,
potongan itas antara buku keempat
dan kelima di atasnya. Batang
bawah,dari Thailand juga diperbanyak
dari setek; batang bawah itu dapat
ditempeli ketika batang atas telah
memiliki mata tunas utama yang
sudah berkernbang penuh. Jarak
tanam yang sangat bervariasi sering
dibuat pada vitikultur, mengingat jarak
tanam itu bergantung kepada sistem
perlakuan batang, dan pada kesuburan
batang. Di delta tengah, Thailand,
sawah diubah menjadi guludan-
guludan yang ditinggikan, yang
dipisahkan oleh parit=parit selebar 8
m, untuk menciptakan sistem
pengaliranvair pada musim hujan dan
untuk penyaluran air selarna musim
kemarau. Setiap guludan ditanami
dengan dua baris batang anggur,
dengan jarak antar-baris 4-5 m, dan
antartanaman 3-3,5 m, jadi
kerapatannya 830-700 batang/ha. Di
Indonesia dan Filipina, kerapatan itu
seringkali melebihi 1000 batang/ha.
Pemeliharaan
Tangan kosong (bare arms)
merupakan masalah besar pada
perlakuan, batang- anggur di wilayah
tropik. Masalah ‘tangan kosong’ ini
dapat diatasi dengan jalan menjepit
ujungnya berulangulang selama
tumbuh, untuk tnemaksa tumbuhnya
pucuk lateral pada setiap -buku. Hanya
setelah cukup pucuk lateral
bermunculan dengan :kesuburan yang
memadai, barulah ‘tangan’ itu
dibiatkan memanjang. Penjepitan itu
akan memperlambat pembentukan
‘tangan berisi’, sebaiknya akan
menghasilkan kerangka yang pepat
penuh dengan batang-beruas, yang
setelah dipangkas akan menghasilkan
pucuk pertama yang akan
menghasilkan buah. Lebih penting lagi
adalah terjadinya perbaikan vitalitas
dan kelanggengan batang-beruas,
sebab jarak antua akar dan pucuk tetap
dekat. Sepanjang fase perlakuan,
segala sesuatunya dikerjakan guna
merangsang kekuatan tumbuh batang,
karena tugas yang paling dituntut,
yaitu pembentukan tunas lateral
dengan persentase tinggi,
dilaksanakan terakhir. Jika kekuatan
tumbuh memadai, perlakuan dapat
dirampungkan kira-kira setahun. Fase
perlakuan ini diikuti oleh fase berbuah,
yang dalam fase itu pemangkasan
akan mengawali setiap musim
berbuah. Setelah, pemangkasan
munculnya tunas terjadi berangsur-
angsur, mulai dari bagian distal ke
bagian basal; pemunculan tunas itu
rendah saja persentasenya, sedangkan
bagian pangkal paling responsif.
Dengan dua kali musim panen per
tahun, dan munculnya tunas terutama
hanya yang terdekat dengan bidang
pangkasan, tajinya itu segera menjadi
lebih kompleks dan memanjang lebih
jauh ke luar dari ruas-ruas itu, karena
tunas ketiak pada kayu yang lebih tua
akan rusak, sedangkan tunas adventif
jarang ada. Kurangnya tunas-tunas dan
meningkatnya jarak antara pucuk dan
akar menjurus ke cepatnya menurun
ketahanan tumbuh batang anggur.
Berbagai teknik penanaman dilakukan
untuk mendorong tumbuhnya tunas.
Stres air yang direkayasa selama masa
panen diakhiri dengan cara dilakukan
pengairan segera setelah tanaman
dipangkas; hara juga diberikan pada
saat yang sama. Batang anggur ini
umumnya dipangkas lebih pendek
daripada yang dilakukan di wilayah
bergaris lintang yang jauh dari
ekuator, supaya tetap dekat dengan
‘tangan-tangannya’. Masing-masing
tunas ‘ditakik’ dengan membuat irisan
pada buku di atas tunas untuk
menghilangkan, penghambatan
korelatif. Sejumlah bahan kimia teiah
dicoba untuk memperbaiki pecahnya
mata tunas. Pada tahun 198U-an
semua bahan kimia ini telah diganti
dengan kalsium sianamida atau
hidrogen sianamida. Sianamida Iebih
aman dan khususnya efektif pada
kultivar-kultivar yang persentase
pecahnya mata tunas rendah sekali;
perlakuan ini dapat berpengaruh nyata
terhadap vitikultur di wilayah tropik.
Selama musim hujan sulit memelihara
tanaman anggur tetap sehat dan dapat
menghasilkan buah yang berkualitas
tinggi. Mungkin lebih baik
mengorbankan panen selama musim
hujan dengan cara pemangkasan yang
sangat pendek, misalnya hanya
menyisakan satu buku, agar diperoleh
pucuk yang sebagian besar tidak
produktif. Lagi pula, dengan perlakuan
demikian, pengluasan kompleks taji itu
diperkecil: Pemangkasan pada awal
daur produksi itu ditambah dengan
perlakuan penjepitan atau pemo-
tongan pucuk yang paling kuat, agar
pucuk tetangganya yang kurang kuat
dapat mengejarnya; tujuannya agar
semua pucuk sama baiknya. Periakuan
ini dapat dilaksanakan ketika pucuk
diikatkan ke terali. Di wilayah tropik,
respon terhadap pemangkasan itu tak
dapat diperkirakan, sedangkan
penjarangan bunga dan/atau buah
merupakan tindakan yang bermanfaat
dalam memperbaiki perirnbangan
antara pertumbuhan dan
pembentukan buah. Kelebatan buah
yang berlebihan tidak hanya
melemahkan batang, tetapi juga
mempunyai efek terhadap kualitas
buah (kurang terkumpul gula di dalam
buahnya). Selain itu penjarangan buah
akan membantu menghasilkaa tandan
buah yang lebih terbuka (kurang
rentan terhadap penyakit busuk),
dengan bentuk yang teratur (lebih
mudah dikemas). Penjarangan bunga
itu mencakup pembuangan
perbungaan teratas pada semua atau
sebagian besar pucuk yang memiliki
dua atau lebih perbungaan. Rangkaian
buah dapat dikurangi buah-buahnya
segera
Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
– Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan
See Also :
- Terarium Seni tanam dalam Kaca
- Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
- Khasiat Biji Anggur
- Mendeteksi Kanker Usus Besar
- Tanaman Anggur Tumbuh Baik di Indonesia
- Pedoman Budidaya Anggur
- Hama dan Penyakit Anggur
Tanaman Anggur Tumbuh Baik di Indonesia
October 21, 2009 by imantriTanaman anggur menghendaki tempat
terbuka dengan sinar matahari penuh.
Tanaman ini dapat tumbuh di segala
jenis tanah. Meskipun demikian, tanah
yang tidak baik harus diolah terlebih
dahulu agar memenuhi syarat. Tanah
yang cukup subur, gembur, dan
berhumus merupakan tanah yang baik
untuk tanaman ini. Kedalaman air
tanah yang baik untuk anggur adalah
tidak lebih dari 1 m dan airnya tersedia
dalam jumlah yang cukup. Ketinggian
tempat yang baik tidak lebih dari 300
m di atas permukaan laut. Tempat
seperti ini harus memiliki musim
kemarau lebih dari tiga bulan dengan
curah hujan antara 250-380 mm per
tahun. Kelembapan udara tidak lebih
dari 80%.
Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
- Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
– Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan
See Also :
- Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
- Tanaman Anggur Tumbuh Baik di Indonesia
- Pedoman Budidaya Anggur
- Hama dan Penyakit Anggur
Mendeteksi Kanker Usus Besar
October 21, 2009 by imantriKarena gejala awal tidak khas, banyak
penderita yang dibawa ke rumah sakit saat
kanker mencapai stadium lanjut.
Sakit perut. Itulah keluhan yang kerap
dirasakan Prasetyo, 45 tahun, selama tiga
tahun sebelum akhirnya divonis menderita
kanker kolorektal (usus besar).
Awalnya, dia dinyatakan dokter menderita
radang usus, sehingga hanya diberi obat
antiradang, penghilang rasa sakit, dan
antibiotik. Namun, obat-obatan itu tak
pernah mampu menghilangkan keluhannya
secara tuntas. Alhasil, sakit perut itu
berulang, dan selalu berulang. Sampai
suatu ketika, ia merasakan sakit yang hebat
di perutnya.
Prasetyo pun kembali ke dokter. Kali ini,
dokter mengatakan, ada perlengketan di
usus besarnya sehingga harus dilakukan
pembedahan. Sebagian usus besarnya pun
dipotong. Selesai masalah? Ternyata tidak.
Prasetyo yang perokok berat ini masih
sering merasakan sakit di perut. Tubuhnya
pun makin kurus, dan kerap mengalami
diare. Penyebab dari sakit perut itu
akhirnya diketahui lewat pemeriksaan di
sebuah rumah sakit besar di Bandung.
Kanker dipastikan telah bersarang di usus
besar Prasetyo, dan telah mencapai
stadium IV. Empat bulan setelah
mendengar vonis ini, Prasetyo berpulang
untuk selama-lamanya.
Kanker usus besar adalah salah satu jenis
kanker yang cukup sering ditemui,
utamanya pada pria dan wanita berusia 50
tahun atau lebih. Pada pria, kanker usus
besar menempati urutan ketiga sebagai
kanker tersering yang ditemui setelah
kanker prostat dan paru-paru. Sementara
pada wanita, kanker ini pun menempati
urutan ketiga setelah kanker payudara dan
paru-paru. ”Dari berbagai laporan, di
Indonesia terdapat kenaikan jumlah kasus
(kanker usus besar), meskipun belum ada
data yang pasti. Data di Departemen
Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu
penduduk,” tutur dokter Adil S Pasaribu,
SpB KBD, spesialis bedah dari Rumah Sakit
Kanker Dharmais, Jakarta.
Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel
kanker yang ganas di dalam permukaan
usus besar atau rektum. Kebanyakan
kanker usus besar berawal dari
pertumbuhan sel yang tidak ganas atau
adenoma, yang dalam stadium awal
membentuk polip (sel yang tumbuh sangat
cepat).
Pada stadium awal, adenoma dapat
diangkat dengan mudah. Hanya saja pada
stadium awal ini, seringkali adenoma tidak
menampakkan gejala apapun, sehingga
tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif
lama. Padahal, adenoma yang awalnya tak
menimbulkan keluhan apapun ini, pada
suatu saat bisa berkembang menjadi
kanker yang menggerogoti semua bagian
dari usus besar.
Gejala awal yang tidak khas ini membuat
banyak penderita kanker usus besar datang
ke rumah sakit ketika perjalanan penyakit
sudah demikian lanjut. Upaya pengobatan
pun menjadi sulit. Padahal, seperti
dikatakan Ketua Perhimpunan Spesialis
Penyakit Dalam Indonesia, dokter Aru
Sudoyo SpPD KHOM, kunci utama
keberhasilan penanganan kanker usus
besar adalah ditemukannya kanker dalam
stadium dini, sehingga terapi dapat
dilaksanakan secara bedah kuratif.
Sayangnya, hal seperti ini sangat jarang.
Yang kerap terjadi adalah kasus seperti
dialami Prasetyo, yakni kanker ditemukan
pada stadium lanjut, sehingga harapan
penderita untuk bertahan hidup menjadi
sangat kecil.
Jika kanker usus besar ditemukan pada
stadium I, peluang penderita untuk hidup
hingga lima tahun mencapai 85-95 persen.
Sementara bila ditemukan pada stadium II,
peluang itu mencapai 60-80 persen, pada
stadium III sekitar 30-60 persen, dan
stadium IV sekitar 25 persen. ”Ini artinya,
bila ada 100 penderita kanker usus besar
stadium IV, maka yang masih hidup sampai
lima tahun hanya lima orang,” ucap Aru.
Deteksi dini
Untuk menghindari kemungkinan terburuk,
seperti dialami Prasetyo, deteksi dini
merupakan hal yang sangat penting.
”Deteksi dini atau skrining terhadap kanker
ini, dapat menyelamatkan hidup,” tegas
Adil.
Dengan deteksi dini dapat ditemukan
adanya polip prakanker, yaitu suatu
pertumbuan abnormal pada usus besar
atau rektum yang dapat segera dibuang
sebelum berubah menjadi kanker. ”Jika
semua orang yang berumur 50 tahun atau
lebih melakukan skrining secara teratur,
maka sebanyak 60 persen kematian akibat
kanker kolorektal dapat dihindari,”
tuturnya.
Deteksi dini adalah investigasi pada
individu asimtomatik (tanpa gejala) yang
bertujuan untuk mendeteksi adanya
penyakit pada stadium dini sehingga dapat
dilakukan terapi kuratif. Secara umum, urai
Adil, deteksi dini dapat dilakukan pada dua
kelompok, yaitu populasi umum dan
kelompok risiko tinggi. Deteksi dini pada
kelompok populasi umum dilakukan
kepada individu yang berusia di atas 40
tahun. Sedangkan mereka yang tergolong
kelompok berisiko tinggi, antara lain
adalah mereka yang pernah menjalani
polipektomi untuk adenoma di usus besar,
dan orang-orang yang berasal dari
keluarga dengan riwayat penyakit ini.
Terkait dengan riwayat keluarga, Anda tak
perlu khawatir berlebihan jika berasal dari
keluarga yang memiliki riwayat kanker
usus besar. Menurut Adil, faktor genetik
memang bisa menjadi penyebab
munculnya penyakit ini, tapi faktor
tersebut bisa dipersempit. Caranya,
ubahlah pola makan Anda dan lakukan
deteksi dini.
Penyebab dan gejala
Sejauh ini, penyebab kanker usus besar
memang belum diketahui secara pasti.
Hanya saja, ada beberapa hal yang diduga
kuat berpotensi memunculkan penyakit
ganas ini, yaitu: cara diet yang salah
(terlalu banyak mengkonsumsi makanan
tinggi lemak dan protein, serta rendah
serat), obesitas (kegemukan), pernah
terkena kanker usus besar, berasal dari
keluarga yang memiliki riwayat kanker
usus besar, pernah memiliki polip di usus,
umur (risiko meningkat pada usia di atas
50 tahun), jarang melakukan aktivitas fisik,
sering terpapar bahan pengawet makanan
maupun pewarna yang bukan untuk
makanan, dan merokok.
Dalam buku Panduan Pengelolaan
Adenokarsinoma Kolorektal disebutkan
bahwa meskipun penelitian awal tidak
menunjukkan hubungan merokok dengan
kejadian kanker usus besar, namun
penelitian terbaru menunjukkan, perokok
jangka lama (30-40 tahun) mempunyai
risiko berkisar 1,5-3 kali. Diperkirakan, satu
dari lima kasus kanker usus besar di
Amerika Serikat bisa diatributkan kepada
perokok. Penelitian kohort dan kasus-
kontrol dengan desain yang baik
menunjukkan, merokok berhubungan
dengan kenaikan risiko terbentuknya
adenoma dan juga kenaikan risiko
perubahan adenoma menjadi kanker usus
besar. ”Karena itu untuk mencegah
kejadian kejadian kanker usus besar
dianjurkan untuk tidak merokok,” kata Aru.
Mengenai gejala kanker usus besar, Aru
menyebut beberapa hal yang kerap
dikeluhkan para penderita, yaitu:
*
Perdarahan pada usus besar yang
ditandai dengan ditemukannya darah
pada feses saat buang air besar.
*
Perubahan pada fungsi usus (diare
atau sembelit) tanpa sebab yang jelas,
lebih dari enam minggu.
*
Penurunan berat badan tanpa sebab
yang jelas.
*
Rasa sakit di perut atau bagian
belakang.
*
Perut masih terasa penuh meskipun
sudah buang air besar.
*
Rasa lelah yang terus-menerus
*
Kadang-kadang kanker dapat menjadi
penghalang dalam usus besar yang
tampak pada beberapa gejala seperti
sembelit, rasa sakit, dan rasa kembung
di perut.
Untuk menangani kanker usus besar,
menurut Aru, terapi bedah merupakan cara
yang paling efektif, utamanya bila
dilakukan pada penyakit yang masih
terlokalisir. Namun, bila sudah terjadi
metastasis (penyebaran), penanganan
menjadi lebih sulit. Tetapi, dengan
berkembangnya kemoterapi dan
radioterapi pada saat ini, memungkinkan
penderita stadium lanjut atau pada kasus
kekambuhan untuk menjalani terapi
adjuvan. Terapi adjuvan adalah kemoterapi
yang diberikan setelah tindakan operasi
pada pasien kanker stadium III guna
membunuh sisa-sisa sel kanker.
Saat ini, terapi adjuvan bisa dilakukan
tanpa suntik (infus), melainkan dengan
oral/tablet (Capacitabine). Ketersediaan
capacitabine tablet memungkinkan pasien
untuk menjalani kemoterapi di rumah yang
tentu saja efektivitasnya lebih baik.
”Capacitabine juga merupakan kemoterapi
oral yang aman dan bekerja sampai ke sel
kanker,” kata Aru yang juga menjabat
sebagai ketua Komisi Terapi Adjuvan,
Kelompok Kerja Adenokarsinoma
Kolorektal Indonesia.
Jurus Menangkal Kanker Usus Besar
Mencegah jauh lebih baik ketimbang
mengobati. Hal itu juga berlaku pada
kanker usus besar. Agar tak sampai
terjamah penyakit mematikan ini, lakukan
upaya pencegahan. Simak tips pencegahan
dari dokter Adil S Pasaribu SpB KBD berikut
ini:
*
Hindari makanan tinggi lemak, protein,
kalori, serta daging merah. Jangan
lupakan konsumsi kalsium dan asam
folat.
*
Setelah menjalani polipektomi
adenoma disarankan pemberian
suplemen kalsium.
*
Disarankan pula suplementasi vitamin
E, dan D.
*
Makan buah dan sayuran setiap hari.
*
Pertahankan Indeks Massa Tubuh
antara 18,5 – 25,0 kg/m2 sepanjang
hidup.
*
Lakukan aktivitas fisik, semisal jalan
cepat paling tidak 30 menit dalam
sehari.
*
Hindari kebiasaan merokok.
*
Segera lakukan kolonoskopi dan
polipektomi pada pasien yang
ditemukan adanya polip.
*88
Lakukan deteksi dini dengan tes darah
samar sejak usia 40 tahun.
Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
- Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
– Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan
See Also :
- Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
- Khasiat Biji Anggur
- Mendeteksi Kanker Usus Besar
Mendeteksi Kanker Usus Besar
October 21, 2009 by imantri
Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
- Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
– Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan
See Also :
- Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
- Khasian Biji Anggur
- Mendeteksi Kanker Usus Besar
Mendeteksi Kanker Usus Besar
October 21, 2009 by imantri
Dapatkan buku panduan lengkap berikut ini :
- Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
– Membuahkan Anggur dalam Pot dan Pekarangan
See Also :
- Manfaat Anggur Melawan Kanker dan Kelelahan
- Khasian Biji Anggur
- Mendeteksi Kanker Usus Besar
Teknik Memperbesar Batang Bonsai
October 21, 2009 by imantriPerbaiki Batang,
Cabang Hingga Akar
Soelistio Sidhi
berulangkali
mengernyitkan dahi
saat menggarap
bonsai beringin
miliknya. Sebab
bentuk batang
masih belum bisa
sesuai dengan keinginan yaitu besar dan
berkarakter. Setelah menimbang beberapa
saat akhirnya pebonsai asal Sidoarjo ini
mendapatkan ide untuk melakukan tempel
batang untuk mendapatkan batang yang
lebih berkarakter.
Keluhan tentang kondisi batang yang
kurang berkarakter sering menjadi dilema
bagi pebonsai. Sebab secara visual sudah
terlihat janggal bila melihat bonsai namun
batang yang dimiliki kurang kekar. Sebab
bagaimana pun bonsai selalu
mencerminkan pohon tua kokoh dan
mampu membuat teduh siapapun
menikmatinya.
Teknik tempel ini memang bisa menjadi
satu alternatif pengembangan karya seni
bonsai untuk memberikan sentuhan baru
saat mendapatkan bakalan yang kurang
sempurna. Atau bisa juga untuk
mengembalikan struktur tanaman yang
rusak atau mati. Jadi sebagai satu karya
seni teknik ini tidak haram dilakukan dan
berlaku untuk gaya apapun.
Sebenarnya teknik tempel sendiri sudah
banyak diaplikasikan dalam dunia bonsai,
bagian yang paling populer adalah
pembentukan cabang baru dengan teknik
tersebut. Disitu pebonsai bisa menentukan
atau menciptakan batang baru di bagian
tanaman yang diinginkan. Ini merupakan
salah satu alternatif untuk menciptaka
hasil yang maksimal.
Dalam pengembangannya teknik tempel ini
juga bisa di jadikan satu cara untuk
memperbesar atau mempergemuk salah
satu bagian tanaman terutama untuk
batang dan cabang. Disitu ukuran batang
maupun cabang yang ingin diperbesar kita
tempel dengan batang baru yang
mengikuti alur batang lama.
Cara ini dinilai paling evektif karena tidak
menghilangkan bakalan namun
memberikan ornamen baru untuk gerak
dasar yang lebih baik. Karena untuk
menunggu tumbuh secara alami jelas tidak
mungkin sebab waktunya bisa bertahun-
tahun.
Posisi dan Sudut PandangMenentukan Hasil
Jadi
Soelistio mengakui dari koleksinya banyak
yang dikerjakan dengan tempel batang.
Alasannya dengan tempel batang maka
kreasi bonsai akan jauh lebih menarik.
Karena aliran yang dianutnya universal.
“Saya tidak fanatik dengan satu jenis
tanaman dan satu aliran saja sebab seni
punya penilaian yang universal,”
imbuhnya menegaskan.
Memang dalam bonsai kreasi menentukan
gaya tetap dari bakalan, nah dalam
perjalanannya yang tentunya butuh waktu
bertahun-tahun kadang dan cukup sering
pebonsai menilai ada kekurangan dari
karya yang dibuatnya. Bila dirasa terlalu
besar akan lebih mudah yaitu dengan
menguranginya namun bila kurang besar
lain masalahnya. Karena sebagai mahluk
hidup tentu perlu proses pertumbuhan
untuk memperbesar.
“Memang dituntut kesabaran tapi bila
bisa di lakukan dengan cepat dan bagus
kenapa tidak,” tandas Soelistio. Pria
murah senyum ini lantas menunjukkan
beberapa koleksinya yang dilakukan tempel
batang. Contohya pada jenis cemara udang,
saat mendapatkan bakalan Soelistio
mengaku masih kurang sreg pada bagian
batang yang dinilai kurang bagus yang
dinamainya seram.
Dari situ akhirnya dicarikan batang dengan
jenis yang sama dan di tempatkan
berdempetan pada bagian yang diinginkan.
Memang prosesnya tidak semudah yang
dibayangkan sebab saat penempelan
batang besar dan baru harus berdempetan.
Caranya beragam ada yang mengikat
dengan tali/kawat atau ditekan pada
penahan yang di paku langsung ke batang.
Tujuannya sama yaitu untuk menyatukan
kambium agar bisa bergabung yang
nantinya akan menjadi bagian dari batang
besar. Batang sambungan ini diproyeksikan
Soelistio untuk mengisi bagian yang
kosong, sehingga tinggal menunggu
sampai ukuran tepat sebelum digarap.
Menunggu besarnya sambungan ini yang
membutuhkan waktu cukup lama
setidaknya 1 tahun.
Selain batang utama, teknik tempel juga
bisa digunakan pada percabangan.
“Dimanapun bisa dilakukan sebab teknik
ini bisa mengisi bagian manapun,”
imbuhnya. Disitu prosesnya memang
cukup rumit karena bagian ini berada di
atas sementara media tanam jauh
dibawah. Jadi tempelan yang diinginkan
harus panjang untuk bisa menjangkau
media tanam.
Baik Untuk Akar
Selain memperkuat batang teknik ini juga
bisa di lakukan untuk memberikan
kekuatan baru diakar. Caranya hampir
sama yaitu dengan menempelkan batang
baru di batang lama. Hanya saja media
tanam tidak satu pot dengan bonsainya.
Lalu bagiamana batang baru ini bsia
tumbuh?, “Buatkan lokasi media tanam
baru,” terang Soelistio.
Disitu proses penyambungan batang
bertujuan untuk menciptakan akar baru.
Tujuannya jelas untuk memperkuat
tampilan akar sehingga lebih kokoh.
Bedanya dengan tempel batang untuk akar
media tanam dipisah terutama pada
batang besar.
Pola media tanam terpisah sengaja
dilakukan pria yang menggarap bisnis
advertaising ini. Sebab bila dimasukkan
satu maka karakter tempelan tidak akan
menonjol. Sehingga dipilih untuk
mengeluarkan sambungan dan
memberikan nutrisi ditempat lain.
Bila dilihat memang sedikit aneh dimana
ada akar yang menjuntai keluar dari pot.
“Bila ukuran sudah matang akar yang
keluar kita potong dan dimasukkan ke
media utama,” imbuhnya. Namun jangan
dikira proses ini bisa cepat dilakukan sebab
untuk mendapatkan hasil yang sesuai tetap
butuh waktu yang tidak sebentar.
Munculkan Kontur Baru
Selain memperbesar batang proses
penempelan ini juga akan memperbaiki
kontur tanaman untuk menimbulkan kesan
tua. Kesan ini akan muncul bila bakalan
yang diambil mempunyai bentuk bulat dan
halus. Penempalan batang selain mengisi
bagian yang diinginkan juga membentuk
motif bergelombang.
Kontur ini yang juga membuat batang yang
ditempel akan lebih berkesan tua sebab
terlihat seperti urat yang menonjol.
“Banyak hal positif yang bisa diambil dari
teknik ini,” ujar Soelistio. Apalagi caranya
tidak terlalu sulit asalkan sudah mepunyai
stok tempelan yang beragam. Karena
setiap pohon punya kecocokan yang
berbeda.
Tidak Semua Jenis Bisa
Meski menjadi satu teknik yang sangat
membantu namun tidak semua jenis
tanaman bisa dilakukan teknik tempel
salah satunya untuk jenis santigi. “Santigi
hampir dipastikan tidak bisa dilakukan
penempelan,” imbuh Soelistio. Jadi
bakalan yang kita dapat tidak bisa
diperbesar kecuali menunggu secara alami
dan sudah dipastikan waktunya akan jauh
lebih lama.
Dari alasan ini yang membuatnya akhirnya
mengkoleksi beragam jenis tanaman
bonsai. Sebab setiap jenis akan
memunculkan karakter yang berbeda.
Memang diakui bahwa ada beberapa jenis
bonsai yang mempunyak karakter lebih
mudah untuk di lakukan kreasi. Contohnya
untuk keluarga ficus, seperti beringin,
hokian tea dan iprih sementara untuk jenis
cemara ada cemara udang dan cemara
angin. Untuk jenis ini hampir semuanya
bisa dilakukan sambung batang.
Dapatkan buku panduan lengkap Membuat Terariums
- Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
See Also :
- Cara Merawat Terarium
- Terarium Seni tanam dalam Kaca
- Industri-kreatif Indonesia
- Tips Dekorasi Rumah
- Adenium bonsai
- Trik Memperbesar Batang Bonsai
Adenium Bonsai
October 21, 2009 by imantriSaat ini, penggemar Adenium
mengarah pada tampilan yang
menyerupai gaya bonsai dengan
keunggulan bentuk bonggol dan tajuk-
tajuk batangnya yang indah.
Bagaimana membuatnya? Dedi Sudiana
dari Persada Adenium Nursery di
Cibinong, Bogor punya resep ampuh.
Klik untuk melihat foto lainnya…
Saat ini, penggemar Adenium mengarah
pada tampilan yang menyerupai gaya
bonsai dengan keunggulan bentuk bonggol
dan tajuk-tajuk batangnya yang indah.
Bonggol batang bawah yang melekuk,
tajuk rapi tanpa daun, dan bunga berwarna
cantik kini dambaan setiap penggemar
Adenium arabicum. Sosok unik seperti ini
layak dikagumi dan tak jarang
mengundang decak kagum yang
melihatnya.
“Keindahan inilah yang membuat sosok
adenium tak lagi dinikmati keindahan
bunganya saja, tapi juga komposisi bentuk
yang seimbang, proporsi tajuk, batang, dan
bonggolnya yang unik,” Dedi Sudiana dari
Persada Adenium Nursery di Cibinong,
Bogor.
Menurut Dedi, jenis adenium bonggol yang
banyak diperdagangkan adalah jenis
arabicum karena adenium ini seringkali
digunakan sebagai batang bawah. Adenium
arabicum termasuk jenis langka.
Penampilannya sangat eksotis lantaran
batangnya besar dengan banyak cabang.
“Tidak heran jika arabicum kini menjadi
buruan para adenium maniak. Apalagi
bentuknya yang kerdil atau kuntet,”
tambahnya.
Dengan sosok kuntet dan banyak cabang
pendek pada bonggol bawahnya yang
gemuk, arabicum sangat menarik dan
kelihatan klasik. Dengan kekuntetannya
tersebut Arabicum ini tidak membentuk
cabang-cabang yang tinggi, tapi bonggol
bawahnya akan melebar dengan kerutan-
kerutan yang mengesankan hingga terlihat
semakin eksotis. Bahkan karakter arabicum
ini bisa jadi penentu dan tolok ukur
kualitasnya.
Untuk membuat arabicum bergaya bonsai
tersebut, pemula bisa memulai dari biji
ataupun membeli anakan adenium dengan
diameter bonggol sekitar 20 cm. “Yang
banyak diperdagangkan saat ini, yaitu
Petch Na Wang, Yak Saudi, Lop Bu Ri, dan
Sing Bu Ri,” sebut Dedi.
Untuk membeli anakan, Dedi menyarankan,
pilih tanaman yang sudah membentuk
minimal lima cabang simetris dan
berbentuk mahkota dengan bonggol
bawah (coudex) yang gemuk dengan
cabang batang berwarna hijau. Setelah
enam bulan, bentuk coudex akan lebih
stabil. “Tinggal bagaimana untuk
menjadikan besar dengan kekerdilannya
sehingga akan berpengaruh pada
pertumbuhannya nanti,” katanya.
Agar Arabicum Bertajuk Indah
Agar penampilan arabicum tampak indah
dengan bunga yang tidak berantakan,
sering-sering melakukan pemangkasan
(pruning). “Pruning ini menjadi salah satu
pemicu munculnya tajuk baru, bunga,
mempercepat pembesaran bonggol bawah
dan bertujuan untuk memotong siklus
hidup hama yang kerap menyerang daun
adenium,” jelas Dedi yang sudah dua
tahun menekuni budidaya arabicum.
Namun sebelum melakukan pruning,
pemilik harus memastikan terlebih dahulu
tanaman tersebut dalam kondisi yang
benar-benar sehat, media tanamnya subur,
dan sudah cukup umur atau minimal 6
bulan. Tanaman sehat bisa dilihat dari
kondisi daun dan batang yang tampak
segar dan kokoh. Bila daunnya dipangkas,
batang, bonggol bawah maupun
cabangnya akan menghasilkan tunas baru
lebih dari satu. Dari cabang yang sudah tua
pun akan muncul bunga-bunga baru.
Pemangkasan bisa dilakukan secara manual
dengan tangan. Caranya, petik (rompes)
semua daun yang ada di cabang. Namun
akan lebih aman bila menggunakan
gunting yang tajam dan steril.
“Pemangkasan dengan tangan seringkali
menjadi penyebab kegagalan, sebab luka
dari pemangkasan bisa membusuk dan
merembet ke bagian cabang,” Dedi
mengingatkan.
Saat pemangkasan sebaiknya pagi atau
sore hari. Setelah pemangkasan daun,
semprotkan fungsida yang sudah dicairkan
dalam sprayer ke bekas-bekas
pemotongan. Ini untuk menghindarkan
cendawan yang bisa membusukkan batang
tanaman akibat luka dari pemotongan
tersebut.
Usai dipangkas, tanaman bisa langsung
ditempatkan pada ruang terbuka agar luka
segera kering. Dalam waktu tiga minggu
kemudian, muncul tunas-tunas baru di
bonggol.
Kecuali pemangkasan, lakukan pula
pemupukan secara teratur dengan pupuk
organik/kandang dua bulan sekali. Jika
menggunakan pupuk kimia sebulan sekali
atau kalau memanfaatkan pupuk yang
slow release semacam Dekastar, cukup
empat bulan sekali.
Tindakan perawatan lainnya adalah
membersihkan kebun dan tanaman dari
sampah dan rumput liar untuk
menghindari sumber hama dan penyakit.
Kelembapan media tanam dan lingkungan
juga penting dijaga karena media tanam
yang terlalu lembap menjadi penyebab
penyakit mudah masuk. Tempatkan pot-
pot tanaman di bawah sinar matahari
penuh dengan jarak paling tidak 25 cm
agar pertumbuhannya tidak terganggu.
Dapatkan buku panduan lengkap membuat Terarium
- Membuat Terarium Taman Mungil dalam Kaca
See Also :
- Cara Merawat Terarium
- Terarium Seni tanam dalam Kaca
- Industri-kreatif Indonesia
- Tips Dekorasi Rumah
- Adenium bonsai