Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Trik Bisnis di Thailand

July 28, 2008

Oleh : THEODORA ELFANI P

Lain padang lain ilalang. Lain tempat berdagang lain pula kebiasaan

PEPATAH ini telah sering kali kita dengar. Memang, setiap tempat baru pastilah memiliki ciri yang berbeda dengan budaya asal kita. Untuk itu, ada baiknya bila kita bisa cepat beradaptasi dan memahami budaya setempat sehingga kita tidak salah langkah dalam bertindak. Dalam bisnis, sikap ini tepat karena akan melapangkan jalan pertemanan dan itu berarti jejaring dan peluang berbisnis.

Tulisan ini akan sedikit mengulas etika berbisnis yang lazim berlaku di Thailand. Mengapa Thailand? Thailand adalah salah satu negara tetangga kita, yang meskipun kecil namun tetap bukan negara yang bisa dipandang sebelah mata. Survei Japan External Trade Organization (JETRO) tahun 2006 menyatakan bahwa Thailand merupakan lokasi yang optimal bagi pengembangan production base maupun sales base dalam waktu 5-10 tahun mendatang.

Bagi masyarakat Indonesia, Thailand lebih dikenal sebagai tempat wisata. Bangkok, Chiang Mai, Chiang Rai, pantai Phuket dan Pattaya, adalah lokasi-lokasi eksotis yang senantiasa menarik hati wisatawan. Thailand adalah juga salah satu pilihan surga untuk berbelanja dengan barang-barangnya yang variatif dan relatif murah.

Namun, tentunya bukan saatnya lagi hanya menjadikan Thailand sebagai tujuan wisata dan belanja. Sebab sekaranglah waktunya mencari peluang bisnis dan investasi di negeri Hajah Putih ini. Untuk itu, berikut adalah beberapa hal sederhana yang dapat diperhatikan untuk mengoptimalkan upaya bisnis di Thailand.

Mengerti budaya setempat

Pebisnis Thailand lebih menyukai berbisnis dengan orang yang mereka hormati. Artinya, membangun hubungan bisnis memerlukan proses berkelanjutan, yang tidak bisa berhenti pada pertemuan pertama. Selain itu, pemberian suvenir biasanya tidak dilakukan pada pertemuan pertama. Tetapi, pada pertemuan kedua, boleh saja bila kita ingin memberi suvenir, terutama barang-barang khas dari tempat kita berasal. Dalam membungkus barang pemberian hindari warna hijau, hitam dan biru karena warna ini berasosiasi dengan kesedihan. Pembungkus warna merah cocok sekali diberikan untuk orang Chinese Thai.

Peringkat bagi masyarakat Thailand memiliki arti yang penting. Penghormatan mereka pada orang-orang yang lebih tua membuat tata urutan atau hierarki sangatlah layak untuk diperhatikan.

Sulit bagi orang Thailand untuk berkata tidak. Oleh karenanya, kita harus memperhatikan bahasa non verbal mereka untuk menghindari kesalahpahaman penafsiran. Gerak tubuh dan ekspresi lainnya juga penting mengingat acapkali bahasa non verbal ini lebih bermakna ketimbang bahasa verbal. Perlu juga dipahami bahwa senyum bagi orang Thailand bisa mengandung beragam arti mulai dari yang paling positif sampai yang negatif.

Perihal nama, masyarakat Thailand biasanya menggunakan artikel Khun saat memanggil lawan bicara. Artikel Khun ini digunakan di depan nama orang tersebut (baik pria maupun wanita). Penggunaan Khun adalah cara yang dianggap sopan untuk menyapa, khususnya dalam suasana formal. Contohnya Mr. Thomas, maka ia akan disapa dengan sebutan Khun Thomas.

Dalam membuka percakapan, orang Thailand, secara tradisional, tidak biasa berjabat tangan. Mereka cenderung untuk mengatupkan telapak tangan seperti pada posisi berdoa dan mengangkatnya sampai ke depan muka, sambil menundukkan kepala. Ini disebut wai, dan diyakini sebagai cara yang lebih sopan untuk memberi salam sekaligus penghormatan. Wai biasanya dilakukan oleh mereka yang lebih muda, baik dari segi usia maupun posisi, kepada mereka yang lebih tua atau pun sangat dihormati. Sebaliknya, mereka bisa membalas dengan menganggukkan kepala. Orang Thai menggunakan wai untuk mengatakan halo, terima kasih dan selamat tinggal.

Setelah memberi salam dan atau berjabat tangan, maka saatnya untuk memberikan kartu nama. Dalam hal ini, sebaiknya kartu nama diberikan kepada orang yang lebih senior terlebih dahulu. Cara memberikan kartu nama adalah dengan tangan kanan serta dengan arah tulisan yang menghadap si penerima. Mungkin sama dengan kebiasaan di beberapa negara Asia lainnya, adalah sopan bila saat menerima kartu nama, kita tidak langsung memasukkannya ke dalam dompet atau tas melainkan dibaca atau dilihat selama beberapa saat untuk kemudian sedikit memberikan komentar. Ini akan memberikan kesan personal dan penghargaan terhadap lawan bicara.

Mengerti peluang pasar di Thailand

Thailand adalah negara pengekspor beras terbesar serta pengimpor udang terbesar. Jenis-jenis produk pertanian lainnya antara lain kelapa, jagung, karet, kedelai dan tapioka. Pada tahun 2006, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan hanya menyumbang 10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) namun menyerap 39% tenaga kerja. Hal ini terbalik dengan sektor industri di mana menyumbang 44.9% terhadap GDP namun hanya menyerap 23% tenaga kerja. Thailand juga merupakan pusat dari industri manufaktur otomotif untuk pasar ASEAN. Ekspansi dari industri ini memberikan banyak keuntungan bagi industri baja domestik mereka.

Selain itu, industri pariwisata juga memberikan kontribusi yang besar bagi ekonomi Thailand (6% dari GDP). Sumber pendapatan berasal antara lain dari pertukaran valuta asing serta berkembangnya industri kerajinan tangan karena hasil-hasilnya merupakan suvenir yang siap jual untuk para wisatawan.

Industri yang tengah berkembang di Thailand saat ini adalah tekstil dan garmen, pemrosesan hasil pertanian, sayuran, rokok, semen, manufaktur ringan seperti perhiasan, barang-barang elektronik dan komponennya, komputer dan suku cadangnya, furnitur, plastik. Thailand juga terkenal sebagai salah satu produsen terbesar beras, wolfram, dan kaleng di dunia.

Hal lain yang layak diperhatikan adalah perihal jam kerja dan hari libur. Hari kerja di Thailand adalah Senin sampai Jumat, dengan beberapa kantor yang buka setengah hari pada hari Sabtu. Meskipun begitu, tidak lazim bagi orang Thailand untuk melakukan business meeting pada hari Sabtu. Juga, ada beberapa hari yang sebaiknya dihindari bila ingin melakukan business visit / meeting ke Thailand, seperti misalnya awal bulan April, antara lain tanggal 6 April yang merupakan Chakri Days serta 13-15 April yang merupakan Tahun Baru Thai (Songkran). Selain itu, minggu pertama Mei juga sebaiknya dihindari karena pada tanggal 1 dan 5 Mei adalah hari libur bagi masyarakat Thailand.

Sebagai informasi tambahan, ada beberapa tempat berbelanja sekaligus mungkin juga peluang yang patut untuk dicermati, antara lain Chatuchak (atau Jatujak) weekend market yang merupakan pasar terbesar di Thailand, yang terletak di Bangkok, dan mungkin saja terbesar di dunia. Dalam pasar ini terdiri dari 15.000 kios. Diperkirakan di pasar ini terdapat 200.000-300.000 pengunjung setiap harinya. Sesuai dengan namanya weekend market, maka sebagian besar kios hanya buka pada Sabtu dan Minggu.

Pasar ini menjual berbagai macam barang termasuk pakaian, alat rumah tangga, barang kerajinan khas, barang-barang koleksi, makanan sampai pada binatang. Selain pasar Chatuchak ini terdapat banyak lagi pasar yang potensial di Bangkok antara lain Suan Lum Night Bazaar, Pratunam Market dan Patpong Night Market yang merupakan daerah tujuan turis, dan lain sebagainya.

Mencari peluang bisnis di Thailand memang mudah-mudah sulit. Tetapi, yakinlah bahwa semua akan terasa lebih mudah bila kita mampu memahami budaya dan kebutuhan mereka. Keseriusan dalam upaya memahami budaya dan peluang pasar ini hendaknya ditindaklanjuti dalam bentuk-bentuk kerjasama riil.

Keuletan dalam bekerja dan faktor kedekatan (baik dari segi lokasi maupun budaya sebagai sesama orang Asia) adalah faktor-faktor kunci yang dapat dimaksimalkan untuk menggapai sukses di tanah negeri Gajah Putih, Thailand. Siapa tahu anda dapat memasok maupun menjual produk-produk kita untuk dipasarkan di Thailand. Semoga sukses.

sumber : deplu.com

See Also :

Cara Export Komoditi Pertanian

July 22, 2008

Cara Export Komoditi Pertanian

Geliat ekspor dari negeri ini semakin terasa.
Catatan ini dimaksudkan sebagai petunjuk awal yang berisikan petunjuk praktis pelaksanaan ekspor komoditi pertanian. Implementasinya dalam dunia perdagangan internasional yang tentunya masih perlu disesuaikan dengan ketentuan negara yang dituju dan keinginan pembeli. Petunjuk pelaksanaan ekspor yang dapat dipelajari adalah sebagai berikut:

I. Penyiapan dokumen hasil pertanian

Dokumen yang perlu disiapkan dan instansi yang menerbitkan/mengeluarkan adalah sebagai berikut:

1. Phytosanitary Certificate diterbitkan oleh Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian yang ada di Bandar Udara dan Pelabuhan (Bila diperlukan)

2. Fumigation Certificate diterbitkan oleh Perusahaan Fumigasi yang ditunjuk Badan Karantina (Bila diperlukan)

3. Wood Packing Certificate diterbitkan oleh Perusahaan yang sudah diregistrasi Badan Karantina Pertanian (Bila diperlukan)

4. Quality Certificate, Test Certificate dan Chemical Analysis diterbitkan oleh Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (Bila diperlukan)

5. Certificate of Quality, Certificate of weight, Chemical analysis dan Survey report/Inspection Certificate diterbitkan oleh Independent Surveyor yang disyahkan pemerintah (Bila diperlukan)

6. Veterinary Certificate diterbitkan oleh Dinas Peternakan (Bila diperlukan)

7. Certificate of Origin / Surat Keterangan Asal diterbitkan oleh Instansi yang membidangi perdagangan pada propinsi, kabupaten/kota atau instansi lain yang telah ditetapkan oleh Menteri Perdagangan

8. Packing List dikeluarkan oleh Ekspotir dan Perusahaan Jasa angkutan

9. Pemberitahuan Ekspor Barang dikeluarkan oleh Eksportir

10. Surat Setoran Bea Cukai dikeluarkan oleh Bank

11. Surat Setoran Pajak dikeluarkan oleh Bank

12. Surat Ijin Memuat Barang dikeluarkan Ditjen Bea dan Cukai

II. Penyiapan Dokumen Perusahaan / Eksportir

Dokumen Instansi yang diperlukan dan Instansi yang Menerbitkan / Mengeluarkan adalah sebagai berikut:

1. Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dikeluarkan oleh Bupati/Walikota

2. Tanda Daftar Perdagangan (TDP) dikeluarkan oleh Kantor Daftar Perusahaan

3. Nomor Pokok Wajib Pajak (N.P.W.P) dikeluarkan oleh Kantor Inspeksi Pajak

4. Angka Pengenal Ekspor (A.P.E) dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kantor Inspeksi Pajak

5. Angka Pengenal Ekspor (A.P.E) dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan

III. Proses Kontrak Dagang

1. Eksportir mempromosikan komoditas ekspor melalui media
promosi seperti pameran dagang, internet, dll.

2. Impotir yang berminat mengirimkan Surat Permintaan Harga
(Letter of Inquiry) kepada Eksportir

3. Eksportir yang siap memenuhi permintaan menjawab Letter of Inquiry dengan mengirimkan Offer Sheet.

4. Importir yang berminat akan mengirimkan Order Sheet kepada Eksportir

5. Eksportir menyampaikan Sales’s Contract kepada Importir

6. Importir yang menyetujui akan memberikan Sales’s Confirmation

IV. Jenis Pembayaran

1. Letter of Credit (L/C)

2. Non L/C (Cash against Document /CAD, Wesel dll )

V. Alternatif Pengiriman Barang

1. Menggunakan jasa angkutan laut
Dokumen yang dierbitkan oleh perusahaan jasa angkuta laut berupa Bill of Lading

2. Menggunakan Jasa angkutan udara
Dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa angkutan udara berupa Air Waybill

VI. Proses Pembukaan Letter of Credit (L/C)

1. Setelah Importir memberikan konfirmasi terhadap Sales’s Contract yang diajukan Eksportir, Importir mengajukan aplikasi pembukaan L/C kepada Bank Pembuka (Opening Bank).

2. Opening Bank akan mengeluarkan L/C Confirmation dan meminta kepada Bank koresponden /Advising Bank yang ada di negara Eksportir untuk meneruskan L/C tersebut kepada Eksportir.

3. Advising Bank akan menyampaikan L/C Advice kepada Eksportir yang akan menjadi jaminan untuk pembayaran bila barang sudah dikirim dan diterima oleh Importir.

VII. Proses Pengiriman Barang Menggunakan Kapal Laut

1. Eksportir menyerahkan barang kepada perusahaan pelayaran (Shipping Company) berikut copy dokumen pendukung (Pajak Ekspor, Pajak Ekspor Tambahan /PET, Pemberitahuan Ekspor Barang/PEB dll)

2. Shipping Company menyerahkan dokumen pengiriman barang (Shipping Document) kepada Eksportir.

3. Eksportir mengirimkan Shipping Document melalui Bank koresponden untuk disampaikan kepada Importir melalui Opening Bank di negara Importir.

4. Shipping Document akan digunakan oleh Importir untuk menerima barang di pelabuhan tujuan.

Sumber: Direktorat Pemasaran Internasional, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Deptan

Cara Penerbitan Certificate of Origin

July 22, 2008

Prosedur dan tata cara penerbitan SKA adalah ketentuan yang berisi tahapan yang wajib dilaksanakan atau ditaati baik oleh Instansi Penerbit SKA maupun oleh eksportir pemohon SKA, sebagai berikut :

1. Persyaratan Penerbitan Surat Keterangan Asal

2. Tata Cara Pengisian Surat Keterangan Asal

3. Tata Cara Penerbitan Surat Keterangan Asal

4. Penandatanganan Formulir SKA oleh Pejabat yang Berwenang

Mendirikan Perusahaan

July 21, 2008

Berikut ini adalah tips tata cara mengurus Surat pendirian perusahaan.

Tahap pertama adalah memilih Notaris.  Notaris akan menunjukkan Anda keseluruhan tahapan selanjutnya. Namun sebagai acuan, berikut ini adalah pelayanan dan syarat yang diberikan dan diminta notaris :

Persyaratan awal & Persiapan  :

  • Mengisi Formulir Pendirian PT
  • Melampirkan copy KTP para pendiri perseroan
  • Melampirkan copy KTP para pengurus (Direksi & Komisaris)
  • Melampirkan copy KK pimpinan perusahaan

Persyaratan lain yang harus dilengkapi :

  • Melampirkan copy PBB tahun terakhir sesuai domisili perusahaan
  • Melampirkan copy Surat Kontrak/Sewa atau Bukti kepemilikan tempat usaha
  • Melampirkan copy Surat Keterangan dari pemilik gedung/kantor jika berdomisili di Gedung Perkantoran
  • Melampirkan SITU-Surat Izin Tempat Usaha berdasarkan Undang-undang Gangguan untuk kegiatan usaha yang dipersyaratkan adanya SITU.

Lama pengurusan dokumen kira-kira 2 bulan, meliputi :

 

1. Pengecekan & Pendaftaran Nama PT

2. Draf/Notulen Akta Pendirian PT

3. Pembuatan Akta Pendirian PT oleh Notaris

4. Surat Keterangan Domisili Perusahaan

5. NPWP-Nomor Pokok Wajib Pajak

6. SK. Menteri Kehakiman & HAM RI

7. SIUP-Surat Izin Usaha Perdagangan

8. TDP-Tanda Daftar Perusahaan

9. Legalisir Copy Akta Pendirian

Biaya Pengurusan berkisar antara 9 – 14 juta tergantuk  tipe perusahaan kecil, menengah atau besar.

Biaya ini termasuk SIUP(Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP.

 

 

 

 

 

Legal Document – contoh biaya dan dokumen export ke Arab

July 21, 2008

berikut ini contoh export ke Arab.

http://www.arabchamber.org/uae/

Gunung Batukaru

April 15, 2008

Besides National Park west Bali, only Batukaru mountain which still leave natural forest view in the Deity Island. highly 2.275 metre, (from sea level) this mount become one of alternatives for the man who like to mount.
Journey atop of this mountain very pleasant, cold, green and very calm, but in raini condition this place become very dangerous. Because footpath surface is very slippery. So, neglectless
Journey to go up usually eat time 3-6 hours. Can be done in one journey, but usually one who mount take the opportunity to intentionally to lodge before culminate. You can get guidance in Wangaya Gede countryside, two kilometre northside August Gate and you can rent tent over there
A ittle walkthrough, if you going to top, as departure location take the Pura, open eye and about 200 metre from gate, you will see river. Wade that river through bridge, From that bridge follow footpath to bring you atop.
In batukaru hillside there are Pura Luhur one of the Sad Kahyangan. This Pura difficult enough to reach. precipitous field oblige car machine which powerfull enough to be able to come there. Publik transport here only going to pura if there is ceremony in pura. In other day, they await special order.

Sponsors

April 9, 2008

Glodok Trade Center

April 3, 2008

Glodok is one of the best trade center in Jakarta. Every people in Jakarta know this place, where they can buy cheap goodies.

Although of the famous, Glodok is lack of facility. It is nearly like traditional market that selling electronic or mechanical & technology goods.

 Glodok located at Central Jakarta,  a couple of blocks from Stasiun Jakarta Kota.

nearly all of the stores here owned by chinese etnic.

nearly everything sell here.

Electrical : handphone, tv, radio, mp3 player, radio communication, transformer, lamps, household, etc.

Mechanical : compressor, pump, bearing, etc

LUSIALAN !

April 3, 2008

lusialan itu berarti lumpur sidoarjo lapindo brantas.

 tulisan ini cuma untuk testing aja.

Hello world!

December 14, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!