Archive for the ‘Bisnis’ Category

Kisah Tom’s Silver Memulai Ekspor

July 23, 2008

Siapa yang tak kenal kerajinan perak dari Kotagede, Yogyakarta? Di salah satu jalan yang dahulu cuma cukup untuk jalan kuda, nama Tom’s Silver telah sampai mancanegara dan dicari para turis.
Siapa yang menyangka kalau kerajinan perak ini berawal dari kesulitan hasil bumi yang melanda petani Kotagede. Mungkin ini yang namanya blessing in disguised, dalam kesusahan muncul kreativitas pembawa berkah, berupa pesanan dari Keraton Yogyakarta.
Awalnya para petani ini hanya menatah logam untuk peralatan makan dengan mencontoh gambar dan produk dari Belanda. Salah satu keturunannya adalah Sutomo Sastrodiwarno yang kemudian mendirikan bengkel kerajinan perak dengan 25 perajin. Kelak bengkel ini menjadi Sutomo Silver, lantas di mancanegara lebih dikenal dengan Tom’s Silver.
Pada tahun 1972, Tom memulai ekspor perdananya. Tapi jangan membayangkan dengan pengapalan dan sebagainya, melainkan dengan tas kopor alias ditenteng.
Ekspor peralatan makan dengan tas kopor itu bahkan pernah mencapai 100 lusin sendok makan. Berikutnya ekspor mulai disertai perhiasan dan miniatur perak sekitar 25 persen.
Ketika Sutomo menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta, mulailah ekspor Tom’s Silver mengenal letter of credit (L/C). Ekspor kerajinan perak berupa peralatan makan tetap dominan, tapi juga diikuti dengan furnitur.

Wisata Belanja
Tidak berhenti pada ekspor produk saja, mulai tahun 1985 Tom’s Silver meraih penghargaan dari Trade Leader Club. Selanjutnya, bekerja sama dengan biro perjalanan luar negeri, Sutomo menjadikan bengkel dan tokonya sebagai ajang wisata belanja.
“Kami mengundang turis untuk melihat dari dekat proses pembuatan perak. Bahkan ada pelatihan singkat untuk membuat cincin perak bagi turis, yang boleh dimiliki pembuatnya,” kata Direktur Tom’s Silver Nevi Ervina di tengah ulang tahun ke-35 Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Wisata belanja ini berkembang dengan biro perjalanan dalam negeri yang menjadikan wisata edukatif. Wisatawan dapat berkunjung ke bengkel Tom’s Silver untuk melihat dari dekat proses peleburan hingga finishing berbagai bentuk kerajinan berbahan baku perak, bahkan kini sampai ke emas dan platinum (emas putih).

Generasi Keempat
Mulai tahun 1995, Sutomo mewariskan Tom’s Silver pada Nevi yang semula memegang kendali perkebunan teh dan kopi keluarga. Nevi merupakan generasi keempat perajin perak di Kotagede ini.
Di tangan Nevi, Tom’s Silver kian rajin mengikuti berbagai pameran. Kali ini tidak hanya di dalam negeri, tapi melalui BPEN menjadi peserta pameran di Belanda.
Di sini Tom’s Silver mendapat buyer besar sampai berhasil melewati krisis moneter di tahun 1997-1998. Bahkan hingga kini buyer itulah menjadi perantara untuk memasok cendera mata Tom’s Silver di Bandar Udara Schiphol dan berbagai tempat di Belanda serta Laffayette di Prancis.
Eropa menjadi tujuan ekspor terbesar Tom’s Silver dengan barometer desain pada kota Paris dan London secara bergantian. Sekarang Tom’s Silver tengah kebanjiran permintaan dari Ukraina.
Bahkan Swarovski pun kini memesan beberapa desain dekoratif dari Tom’s Silver. Dengan teknologi radium platinum, Nevi beranjak tidak sekadar menyajikan kerajinan perak.
Kendati masih mempertahankan kerajinan buatan tangan (handmade), Nevi juga bergerak pada produksi massal. Ia menawarkan cincin kelulusan (graduate ring).
“Kami sudah mendapat pesanan 1.500-2.000 graduate ring dari Harvard (University),” ujar Nevi.
Kreativitas dan inovasi terus-menerus Tom’s Silver tampaknya bisa menjadi contoh bagi UKM untuk menjadi besar dan menembus pasar global. (mega christina)

Sumber : sinarharapan.co.id

Kiat Menembus Pasar Jepang

July 23, 2008

Kiat Menembus Pasar Jepang
Sebagaimana kita ketahui, Jepang merupakan pasar yang sulit dengan budaya praktek bisnis yang pada umumnya berbeda dengan negara-negara tujuan ekspor Indonesia lainya.

1. Memperkenalkan Produk
- Menetapkan kepada siapa produk akan dijual (apakah ke toko papan atas, departement store, supermarket, pedagang grosir atau pengecer).
- Berikan gambaran serinci mungkin produk anda, bukan sekedar nama produk.
- Ciri-ciri produk anda hendaknya diungkapkan secara jelas dan tunjukan perbedaan atau keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis lainya, misalnya tentang harga yang murah, mutu yang baik, bahan baku yang baru dan ramah lingkungan, model yang unik, atau mempunyai nilai tambah lainya.
- Berikan kisaran harga yang wajar, sehingga para pembeli Jepang dapat memutuskan dimana mereka akan menjual produk ini

2. Katalog
- Presentasi produk secara efektif dan efisien merupakan kunci untuk sukses. Gambar dalam katalog harus sama dengan produk aslinya, katalog dalam bahasa Jepang akan lebih efektif. Untuk katalog dalam bahasa inggris perlu disertai deskripsi dalam bahasa Jepang.
- Hindari penggunaan istilah atau singkatan yang tidak dipahami orang Jepang.

3. Profil Perusahaan
- Hendaknya disiapkan profil perusahaan dalam bahasa inggris, lengkap dengan foto dan katalog yang memuat secara detil produk anda untuk diberikan kepada mitra usaha di Jepang.

4. Sample Produk
- Berikan sampel sesuai yang diminta. Pengusaha Jepang tidak akan memutuskan untuk order sebelum meneliti sampel. Jangan mengirim sampel dari produk lainya yang tidak diminta.
- Hindari berpikir untuk menjual beraneka produk pada saat yang bersamaan.

BERBISNIS DENGAN PENGUSAHA JEPANG
.Gaya Bisnis Jepang
Siapkan kartu nama yang cukup, karena berbisnis dengan orang Jepang dimulai dengan saling tukar kartu nama. Pegang teguh setiap kata atau janji, misalnya janji pada waktu pengiriman sampel, waktu delivery, dsb. Jangan menyembunyikan kenyataan, misalnya, sudah punya agen tunggal di Jepang.

Korespondensi
Dalam memulai kontak bisnis (surat, faksimili, e-mail) perlu diperhatikan agar menghubungi bagian/divisi yang tepat. Jangan meminta jawaban secepatnya terhadap tawaran bisnis anda. Usahakan untuk merespon secepatnya terhadap setiap tawaran bisnis. Perlu diketahui bahwa pada umumnya pengambilan keputusan untuk order di Tokyo lebih lama dibanding Osaka, karena jumlah UKM di Osaka lebih besar dibanding di Tokyo.

Kunjungan ke Jepang
Anda harus sudah siap dengan data produk anda secara lengkap dan rinci, seperti harga dan tanggal delivery, dan jangan lupa membawa sampel dan kartu nama. Bila mungkin, adanya leaflets atau katalog sederhana dalam bahasa Jepang akan sangat mendukung. Wakil dari perusahaan anda yang datang ke Jepang harus orang yang benar-benar memahami produk tersebut dan mampu memberikan penjelasan yang memuaskan terhadap setiap pertanyaan.

Pengaduan
Dalam menghadapi pengaduan kerusakan dalam pengepakan, misalnya, sebaiknya anda mengakui kesalahan itu dan segera mengganti kerugian, guna memperoleh kepercayaan demi kepentingan bisnis jangka panjang.

Memelihara Hubungan Bisnis
Orang Jepang menilai tinggi hubungan antar pribadi. Maka jika terjadi pergantian pimpinan, sebaiknya anda segera menemui pejabat baru dimaksud untuk mempertahankan kelangsungan hubungan bisnis yang telah terjalin. Jangan memaksa orang Jepang untuk membeli produk tertentu atau dalam jumlah tertentu, Orang Jepang tidak suka didesak dalam berbisnis. Memperhatikan sisi kemanusiaan mitra bisnis Jepang, misalnya dengan mengirim kartu semoga cepat sembuh atau mengunjungi mitra bisnis yang sedang sakit adalah satu kunci sukses berbisnis di Jepang.

Menetapkan Harga
Orang Jepang mengharapkan harga terbaik baginya tanpa harus melalui tawar menawar atau negoisasi yang berkepanjangan.

Kontrak
Jangan ada hal-hal yang belum jelas bila akan menanda tangani kontrak bisnis.

SUPLAI
Delivery harus tepat waktu. Kelambatan dapat mengancam pemutusan hubungan atau mengakibatkan penalty. Barang yang dikirim harus benar-benar sama dengan sampel. Dalam berbisnis di Jepang, penting sekali menjaga berlangsungnya suplai yang stabil dan berjangka panjang. Hubungan bisnis yang berkesinambungan yang dilandasi oleh kepercayaan, bukan hubungan sesaat atau jangka pendek. Menjaga harga yang sama untuk kurun waktu tertentu, paling sedikit satu tahun, terutama bila produk anda sedang atau baru memasuki pasar Jepang.

RISET PASAR
Melalui riset pasar akan diketahui apakah produk anda benar-benar dibutuhkan oleh pasar jepang.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan :
Apakah produk tersebut sesuai dengan selera orang Jepang.
Apakah produk tersebut mampu bersaing dengan produk sejenis yang sudah ada di pasar Jepang, menyangkut mutu, desain, kemasan, maupun harga.
Apakah bahan baku produk tersebut sudah memenuhi persyaratan di Jepang.

Pasar Jepang
Dewasa ini perusahaan Jepang lebih tertarik pada barang-barang industri dan produk berteknologi tinggi dan kurang berminat pada produk tekstil, pakaian jadi, mainan, dan produk dekoratif lainya, karena mereka telah mempunyai cukup pemasok dari luar negri. Pasar Jepang lebih menyukai produk dengan jenis (item) yang beragam dengan kuantitas kecil, bukan kuantitas yang besar dari setiap item. Terdapat beberapa perbedaan soal selera dan preferensi, seperti warna dan ukuran.

Pasar jepang selalu bergerak (berubah), anda harus memprediksi peluang bisnis dimasa datang. Tarif impor di Jepang jlebih rendah dibanding di Eropa dan Amerika. Perlu pemahaman tentang peraturan dan sistem distribusi di Jepang. Sulit untuk berhasil dipasar Jepang tanpa mitra bisnis / bekerjasama seerat-eratnya dengan mitra bisnis Jepang

PENGEMBANGAN PRODUK
Kualitas Produk dan Penampilan
Penampilan dan kemasan adalah penting bila menjual barang di Jepang. Karena di Jepang membeli barang sering kali dimaksudkan untuk hadiah (gift), maka barang yang tidak tampil cantik akan sulit dijual.

Usahakan cacat pada barang seminim mungkin dan terus tingkatkan sistem kontrol pada tahap produksi/pabrik. Dalam hubungan ini penting untuk memperhatikan hal-hal kecil, mengingat konsumen Jepang sangat berorientasi pada kualitas. Guna memenuhi standar kualitas Jepang yang tinggi. Bila barabg cacat tak dapat dihindari dibicarakan sedini mungkin guna mencapai penyelesaian yang sebaik-baiknya.

Semua produk dari luar Jepang harus memenuhi standar dan memperoleh JIS (Japanesse Industrial Standars) saat ini revisi terhadap

Selera Konsumen Jepang
Pasar Jepang sangat memperhatikan fashion dan konsumen selalu mencari sesuatu yang baru, yang orisinil bukan jiplakan. Konsumen Jepang memiliki kesadaran yang tinggi terhadap keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan pelestarian lingkungan dalam memproduksi barang. Pelayanan purna jual jika produk anda termasuk yang memerlukan pemeliharaan dan perbaikan, kuncinya terletak pada kemampuan anda dalam mengembangkan jaringan pelayanan purna jual.

sumber : kadincilacap.com

Pengusaha Teripang

July 23, 2008

Berikut ini beberapa pengusaha teripang, kalau rekan – rekan memiliki informasi mengenai pengusaha ini atau pengusaha lainnya, silahkan diinformasikan.

1. Hasan NS,

HP : (+62) 085692394598
Nomer Telpon: +62 21 68967529
Nomer Faks: +62 21 88865663
Alamat: HARAPAN INDAH JL. RAYA PEJUANG, BEKASI , JAWABARAT

Potensi Pasar Teripang

July 23, 2008
Indonesia merupakan penghasil teripang (sea cucumber) terbesar di dunia. Semua tangkapan teripang di tanah air langsung diekspor. Di Hongkong menu berbahan baku teripang termasuk makanan mahal nan eksklusif. Menu ini hanya dihidangkan pada saat tertentu saja.
Permintaan ekspor teripang terus meningkat. Sayangnya hingga kini permintan itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi. Penyebabnya adalah, karena produksi teripang Indonesia masih terbatas. Selain ke Hongkong, teripang juga dilego ke China, Korea, Malaysia, dan Singapura. Permintaan untuk pasar ekspor diperkirakan berkisar 20.000 ton hingga 30.000 ton setahun.
Teripang adalah binatang laut berkulit duri (berbulu-bulu hitam) sebesar mentimun muda. Sebelum diperdagangkan komoditi yang sering juga disebut dengan sea cucumber (ketimun laut) dikeringkan terlebih dahulu. Hewan ini hidup sampai pada kedalaman lebih dari 30 meter. Di pasar lokal, harga teripang Rp 30.000 – Rp 150.000 per kg. Karena harganya yang amat menggiurkan itu, banyak pihak yang mencoba mencari teripang dimana pun berada. Perburuan teripang oleh nelayan Madura dan Bugis bahkan sampai kawasan terumbu Ashmore di perairan utara Australia.
Eksploitasi untuk tujuan komersil terhadap teripang telah berlangsung paling tidak sejak seribu tahun yang lalu. Sekitar tahun 1987 – 1989 produk teripang dunia mencapai 90.000 ton, dimana 78.000 ton suplai berasal dari Pasifik Selatan dan Asia Tenggara. Perdagangan teripang global pada saat ini telah mencapai sekitar 12.000 ton teripang kering atau setara dengan 120.000 ton teripang hidup. Sejak akhir tahun 1990-an eksploitasi teripang bertambah dengan adanya kegiatan riset produk alam dan penggunaan teripang sebagai hewan akuarium.
Kekayaan jenis teripang secara keseluruhan mungkin belum terungkap. Sementara itu beberapa jenis teripang yang komersil telah mengalami tekanan eksploitasi. Beberapa jenis teripang merupakan komoditi perikanan yang diperdagangkan secara internasional.
Namun karena teripang dianggap sebagai produk perikanan yang kurang penting, maka aktifitas perdagangannya nyaris tidak terkontrol (dikontrol) oleh instansi formal terkait. Kondisi demikian menyebabkan sulit memperoleh data produksi maupun ekspor yang reliable. Keadaan ini lebih disebabkan oleh tidak baiknya penanganan pasca panen produk teripang di Indonesia. Belum ada peraturan yang spesifik terhadap perdagangan teripang di tanah air.
Tahun 1994 produksi teripang Indonesia adalah sekitar 1.318.000 kg. Data terbaru tentang teripang berasal dari statistik situs www.perikananbudidaya.go.id dimana budidaya jaring apung teripang menghasilkan 42 ton selama tahun 2004. Teripang itu dihasilkan propinsi Nusa Tenggara Barat 23 ton, Kaltim 17 ton, dan Papua 2 ton.
Sudah pasti, produksi teripang nasional pada masa mendatang akan jauh lebih besar lagi. Mengingat saat ini, masyarakat sudah banyak yang membudidayakannya. Budidaya teripang telah lama dilakukan oleh masyarakat kita khususnya di daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara (Kolaka); Papua, Lampung dan Riau. Benih yang dibudidayakan sebagian besar masih berasal dari alam. Dengan semakin banyaknya permintaan akan teripang, maka benih sebagai sumber produksi akan sulit dipenuhi dari alam serta penyediaannya tidak dapat kontinyu.
Upaya dalam mengatasi penyediaan benih adalah dengan usaha memijahkannya sehingga kebutuhan akan benih dapat tercukupi. Teripang putih sudah mulai dicoba dibudidayakan oleh nelayan di Desa Sopura, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Teripang putih yang dipelihara oleh nelayan di Desa Sopura dapat mencapai berat 600 – 700 g (berat basah) dalam waktu enam bulan pemeliharaan dari benih ukuran 100 -150 g (berat basah). Bahkan teripang putih dapat mencapai ukuran 1500 g apabila dipelihara pada kedalaman 5 – 6 meter selama enam bulan.
Pada tahun 1992 Balai Budidaya Laut Lampung telah berhasil melaksanakan pemijahan teripang putih (holothuria scabra). Untuk budidaya atau penangkaran tidak memerlukan biaya yang besar. Yang dibutuhkan hanya kandang atau tempat yang terbuat dari kawat anti karat yang dapat direndam di dasar laut di daerah karang.
Jenis-Jenis Teripang
Beberapa jenis teripang yang bertubuh lunak dan silindris memanjang seperti mentimun. Itu sebabnya teripang disebut mentimun laut, sea cucumber atau teatfsh. Di Jepang anggota famili holothuriidae itu disebut namako, di Thailand pling kao, dan di Perancis, beche de mer.
Teripang (holothurians) adalah kelompok hewan invertebrata laut dari kelas Holothuroidea (Filum Echinodermata); tersebar luas di lingkungan laut seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di lautan India dan lautan Pasifik Barat. Tidak kurang sekitar 1.250 jenis teripang telah dideskripsikan, dibedakan dalam enam bangsa (ordo) yaitu dendrochiwtida, aspidochiwtida, dacty-hchirotida, apodida, molpadida, dan elasipoda.
Beberapa jenisnya hidup membenamkan diri dalam pasir dan hanya menampakan tentakelnya. Sedang jenis-jenis teripang komersil biasanya hidup pada substrat pasir, substrat keras, substrat kricak karang dan substrat lumpur.
Produk teripang umumnya berasal dari jenis-jenis teripang yang hidup di perairan dangkal, sampai kedalaman 50 meter. Teripang yang hidup di perairan dangkal inilah yang dapat ditangkap nelayan. Semua jenis teripang komersil, khususnya dari daerah tropika, termasuk dalam bangsa (ordo) aspidochiwtida dari suku (family) holothuriidae dan stichopodidae, yang meliputi marga (genus) holothuria, actinopyga, bohadschia, thelenota dan stichopus. Sekitar 25 jenis teripang berpotensi komersil diidentifikasikan berasal dari perairan karang di Indonesia. Sepuluh jenis diantaranya mempunyai nilai komersil.
Tidak kurang ada 29 jenis teripang yang saat ini menjadi komoditas perdagangan global. Jenis teripang yang termasuk dalam kategori utama, relatif mahal, yaitu teripang pasir atau teripang putih, holothuria scabra, teripang susuan h. nobilis dan h. fuscogilva, teripang nenas thelenota ananas.
Jenis yang termasuk kedalam kategori sedang yaitu teripang dari marga actinopyga, antara lain teripang lotong (a. miliaris); teripang batu (a. echinites); teripang bilalo (a. lecanora dan a. mauritiana). Pada saat ini perburuan teripang tidak saja pada jenis-jenis yang berharga mahal, tapi juga terhadap jenis-jenis yang murah yang pada awalnya tidak menjadi perhatian.
Dapat Berfungsi sebagai Obat
Menurut Prapto Dharsono MSc, peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi, Jakarta, teripang tidak hanya untuk makanan. Tapi sejak zaman purba teripang stichopus hermanii memang dikenal berkhasiat obat. Itu tak hanya kepercayaan masyarakat Korea dan Cina, tetapi juga berbagai bangsa. Nelayan Malaysia, misalnya, lazim meminum saripati teripang sebelum melaut. Efek toniknya menguatkan badan.
Di Pulau Langkawi, Kedah, gamat – teripang dalam Bahasa Malaysia – digunakan sebagai obat luka ringan, sakit sendi, radang, asma, paru-paru, tekanan darah tinggi, dan kencing manis. Sebagai sumber protein teripang mempercepat penyembuhan luka dalam setelah pembedahan, bersalin normal, dan caesar. Teripang atau ketimun emas juga bisa dibuat dalam bentuk jeli gamat. Salah satu jeli gamat bermerek Healin Master yang dibuat Malaysia dan kini beredar di Indonesia.
Suplemen ini menyediakan tiga pilihan rasa, yakni rasa anggur, jeruk dan natural. Di negeri asalnya khususnya di Langkawi Tripang dipercaya memiliki khasiat luar biasa dan telah digunakan sejak ratusan tahun silam. Maklum secara alami kandungan terbesar gamat adalah protein, collagen, dan serabut elastin.
Hadirnya sirup gamat dan aneka produk lainnya tidak lepas dari penelitian Prof. Dr. Hassan Yaakob, Phd dari Universitas Malaysia. Secara klinis, gamat dapat meningkat daya tahan tubuh, mengurangi rasa sakit dan gatal pada permukaan kulit, menurunkan kadar gula, menurunkan kolesterol, merontokkan racun dalam hati, menurunkan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, menyembuhkan penyakit maag, dan dapat menyembuhkan penyakit asma kronis. Selain itu gamat juga dapat digunakan sebagai perawatan kecantikan dan penyembuh luka oleh ibu-ibu usai bersalin karena kandungan protein dan collagen.
Teripang mengandung 86% protein. Proteinnya mudah diuraikan oleh enzim pepsin. Dari jumlah itu sekitar 80% berupa kolagen. Itu sebagai pengikat jaringan dalam pertumbuhan tulang dan kulit Dalam pertumbuhan tulang, suplemen kalsium saja tidak cukup, lantaran tulang terdiri dari kalsium fosfat dan kolagen sebagai pengisi. Tanpa kolagen tulang menjadi rapuh dan mudah pecah bak kaca. Sebaliknya bila tanpa kalsium, tulang akan kenyal seperti karet.
Kandungan lain adalah mucopolusacharida populer sebagai glycosaminoglycans (GAGs). Dalam bentuk kondritin sulfat memulihkan penyakit-penyakit sendi dan membangun kembali tulang rawan. Zat itu menghilangkan linu sendi akibat duduk terlalu lama. Cara kerjanya dengan merangsang tubuh mensekresikan cairan synovial.
Baca Juga :

Bisnis Teripang

July 23, 2008

Tripang merupakan salah satu komoditi hasil perikanan yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan berkadar protein tinggi. Bahkan teripang dalam bentuk kering/asap telah menjadi komoditas ekspor nonmigas dari sektor perikanan.

Sudah banyak kita temui makanan yang berasal dari teripang ini. antara lain dalam bentuk makanan tradisional dibuat untuk kerupuk, kripik, dan bahkan sudah banyak yang meyakini khasiat teripang sehingga dijadikan sebagai obat alternatif.

Teripang biasa juga disebut Gamat, memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi, sehingga diyakini bisa memberikan efek regenerasi sel manusia yang rusak.

 Jenis teripang yang memiliki nilai komersial tinggi adalah Holothuria nobilis, Thelonota ananas, Holothuria scabra, Actinopyga miliaris, Actinopyga lecanora, Actinopyga echitis dan Holothuria argus.

Mengenai cara pengolahan teripang, bisa di cari dengan kata kunci “pengolahan teripang”

Baca Juga :

*  Potensi Pasar Teripang

*  Pengusaha Teripang

Selera Pasar Teh Rusia

July 22, 2008

Tea market preference of Russian of orthodox black tea

Summary
Russian Federation market prefer to medium grown tea dominating broken grade (91%). Minimum requirement for all organoleptic attributes (appearance, taste, colour, flavour, and infusion) is medium score. Most of tea deffects are not accepted are only main deffects. Packaging, delivery, payment, and trading method prefer are paper sack, Free on Board (FOB), Letter of Credit (L/C) and trading depend on necesssary.

Ringkasan
Pasar Federasi Rusia menghendaki jenis teh medium grown dengan dominasi grade yang dikehendaki adalah broken grade (91%). Persyaratan nilai minimal untuk kriteria organoleptik (apperarance, rasa, warna, aroma, dan infusion) masing-masing hanya membutuhkan mutu sedang. Pada aspek cacat teh yang tidak diterima di pasar tersebut sebagian besar merupakan cacat teh yang utama saja.. Jenis kemasan, cara penyerahan, cara pembayaran, dan cara penjualan yang dikehendaki masing-masing adalah berupa kemasan paper sack, cara penyerahan Free on Board (FOB), cara pembayaran Letter of Credit (L/C) dan cara penjualan melalui jual beli sesuai dengan kebutuhan.

 

 

PENDAHULUAN
Salah satu negara tujuan ekspor teh Indonesia adalah negara bekas Uni Soviet yaitu Federasi Rusia. Pada tahun 2000 ekspor teh Indonesia ke wilayah tersebut mencapai 2.517 ton atau 2,6% dari total volume ekspor teh Indonesia (ITC, 2001). Ekspor teh Indonesia ke wilayah tersebut menurun drastis selama lima tahun terakhir dari 8.617 ton pada tahun 1995, atau menurun dengan laju penurunan sebesar 21,8% per tahun.
Pangsa pasar teh Indonesia di pasar tersebut juga menurun drastis dari 5,3% pada tahun 1995 menjadi hanya 0,9% pada tahun 2000.. Saat ini pasar di wilayah tersebut telah dikuasai oleh India dan Sri Lanka yang masing-masing menguasai pangsa pasar sebesar 71,1% dan 15,8%.

Pasar teh di Federasi Rusia termasuk pasar teh yang cukup besar yang pada tahun 2000 mampu menyerap 161.085 ton atau 13,5% dari total impor teh dunia. Masyarakat di negara tersebut sangat fanatik terhadap minuman teh, seperti halnya masyarakat Inggeris dan Arab. Konsumsi teh per kapita di negara tersebut cukup tinggi yang pada tahun 1999 mencapai 630 gram/kapita. Diperkirakan tingkat konsumsi tersebut akan meningkat sejalan dengan pulihnya situasi politik dan daya beli masyarakat, karena pernah tercatat pada periode 1989-1991 tingkat konsumsi per kapita masyarakat Rusia mencapai 1.150 gram per kapita per tahun. Oleh kareba itu, kepulihan kondisi ekonomi dan peningkatan konsumsi teh tersebut perlu diantisipasi oleh pihak Indonesia.
Dari hasil pendugaan tingkat konsumsi teh dunia dengan menggunakan model ekonometrika teh yang terdiri dari 22 persamaan (18 persamaan struktural dan 4 persamaan identitas), diperkirakan selama periode 2003-2010 akan terjadi peningkatan konsumsi teh dunia menjadi rata-rata sekitar 1.337.148 ton, atau meningkat sebesar 16,6% dibandingkan konsumsi selama periode 1995-2000 (Ditjen Bina Produksi Perkebunan, 2002). Diantara negara pengimpor utama teh dunia, hanya pasar Federasi Rusia yang akan mengalami peningkatan impor yang cukup drastis dengan rata-rata jumlah impor selama periode 2003-2010 akan mencapai 261.796 ton/tahun atau meningkat sebesar 38,5% dibandingkan rata-rata konsumsi per tahun selama periode 1995-2000. Di lain pihak, volume impor teh negara Inggeris, dan Pakistan diperkirakan akan sedikir menurun, sedangkan volume impor Amerika Serikat akan sedikit meningkat.

Dengan demikian., pasar teh Federasi Rusia diperkirakan akan menjadi pasar utama teh yang paling prospektif selama periode 2003-2010. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengembangkan pasar teh Indonesia di wilayah tersebut. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah melakukan penyesuaian produk teh curah Indonesia dengan selera pasar industri hilir teh di wilayah tersebut. Penelitian untuk mengetahui selera pasar teh Federasi Rusia terhadap produk teh hitam curah orthodox sebagai salah satu jenis teh yang paling banyak diproduksi Indonesia (69,6%), belum pernah dilakukan.

Penelitian selera pasar Rusia yang pernah dilakukan hanya terhadap jenis teh hitam CTC (Curling, Tearing and Crushing). Dari hasil penelitian The United Planters’ Association of Southern India (UPASI) diketahui selera masyarakat Rusia terhadap produk teh hitam CTC yang menghendaki teh berbentuk granular, blakish, bersih dari kotoran, correct size, medium infusion, liquor dan bebas cacat, moderate colour, dan strength (Suprihatini, 1998). Selanjutnya, selera pasar industri hilir teh di Federasi Rusia terhadap teh hitam curah orthodox disajikan pada tulisan ini.

METODE PENELITIAN

Metode Pengumpulan Data
Data dan informasi primer mengenai selera pasar dan pemilihan atribut selera pasar dikumpulkan melalui wawancara dengan para responden pembeli teh Indonesia pada bulan Agustus-November 2002 Wawancara dilakukan pada seluruh pembeli teh yang menjadi anggota Jakarta Tea Buyers Association (JTBA). Pengumpulan informasi proses produksi teh dalam rangka meningkatkan kesesuaian produk teh Indonesia dengan selera pasar, dilakukan melalui diskusi dan kesepakatan para pakar pengolahan teh yang berjumlah 5 orang dan 2 orang tea taster.

Data, informasi dan pengetahuan sekunder yang berkaitan dengan selera pasar teh, dikumpulkan dari beberapa sumber antara lain : ITC (International Tea Committee), ATI (Asosiasi Teh Indonesia), dan Kantor Pemasaran Bersama PTP Nusantara.

Metode Analisis data
Metode perhitungan bobot untuk pemilihan atribut (kriteria) selera pasar teh menggunakan metode Eickenrode (Maarif, 1999 dalam Hendrawan 2000), dengan langkah-langkah sebagai berikut.
• Responden diminta untuk meranking setiap kriteria.
• Membuat tabulasi sebagai berikut.

Tabel

Perhitungan bobot (B1…..Bn) menggunakan rumus sebagai berikut.

Bi = Ni/Total Nilai
Ni = Nilai untuk kriteria ke i
Jrij = Jumlah yang memilih ranking ke j, untuk kriteria ke i
Rn-1= Faktor Pengali
Metode pengolahan data untuk analisis selera teh di pasar Federasi Rusia menggunakan perhitungan modus.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Prioritas Pemilihan Atribut Selera Pasar Teh
Dari hasil brainstorming dengan para responden, diperoleh 19 atribut yang dapat digunakan untuk analisis selera pasar. Hasil pemilihan prioritas atribut selera pasar disajikan pada Tabel 1. Terdapat 15 atribut yang digunakan untuk analisis selera pasar teh yaitu (1) jenis teh (low, medium, high grown); (2) dan grade yang diminta pasar (small, broken, leafy, mix) ; (3) rasa seduhan teh; (4) warna air seduhan; (5) appearance atau kenampakan teh kering; (6) aroma seduhan teh; (7) infusion atau kenampakan ampas dari teh yang telah diseduh; (8) berbagai jenis cacat rasa air seduhan teh; (9) berbagai cacat warna air seduhan teh; (10) berbagai cacat appearance;/kenampakan teh kering; (11) berbagai jenis cacat infusion; (12) jenis kemasan dan kekuatan kemasan yang digunakan untuk mengekspor teh; (13).cara penyerahan teh; (14) cara pembayaran; dan (15) cara penjualan.

Tabel 1.

Selera Pasar Teh Rusia
Dari hasil wawancara dengan responden diketahui bahwa pasar teh di dunia dapat dikelompokkan menjadi 11 kelompok yaitu: (1) pasar yang menghendaki teh jenis low grown dengan kombinasi seimbang antara leafy dan broken grade yaitu Timur Tengah (diluar Mesir, Pakistan, Afganistan, Iran dan Irak); (2) pasar yang menghendaki jenis low grown dengan dominasi leafy grade (lebih dari 65% kebutuhan) yaitu pasar Iran; (3) pasar yang menghendaki jenis teh medium grown dengan dominasi broken grade yaitu Federasi Rusia; (4) pasar yang menghendaki jenis teh low hingga medium grown dengan dominasi small grade antara lain Singapura, Malaysia, dan Mesir; (5) pasar yang menghendaki jenis teh low hingga medium grown dengan dominasi broken grade yaitu pasar Irak; (6) pasar yang menghendaki jenis teh low hingga medium grown dengan kombinasi seimbang antara small dan broken grade antara lain Pakistan dan Afganistan; (7) pasar yang menghendaki jenis teh high hingga medium grown dengan dominasi small grade, antara lain Polandia dan Hongaria; (8) pasar yang menghendaki jenis teh high hingga medium grown dengan dominasi broken grade, antara lain Jepang, Turki dan Eropa Timur pada umumnya; (9) pasar yang menghendaki jenis teh high hingga medium grown dengan kombinasi seimbang antara small dan broken grade, antara lain Eropa Barat pada umumnya (khususnya Inggeris, Belanda, Jerman) dan Australia; (10) pasar yang menghendaki semua jenis teh (low, medium, high grown) dengan dominasi small grade, antara lain Amerika Serikat dan Kanada; (11) pasar yang menghendaki semua jenis teh (low, medium, high grown) dengan komposisi seimbang antara small dan broken grade yaitu Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Dengan demikian, pasar teh Federasi Rusia dikelompokkan sebagai pasar yang menghendaki jenis teh medium grown dengan dominasi broken grade. Secara lengkap selera pasar teh Federasi Rusia disajikan pada Tabel 2.
Pasar Federasi Rusia menghendaki jenis teh medium grown dengan dominasi grade yang dikehendaki adalah broken grade (91%). Teh broken grade yang dikehendaki hanya terdiri dari BOPI (27,3%), BOP II (4,6%), BP (9,1%), BT (27,3%) dan BOP Fanning (22,7%). .Small grade yang dibutuhkan hanya sedikit yaitu sebesar 9% yang terdiri dari Fanning (4,5%) dan PF (4,5%).

Tabel 2.

Persyaratan nilai minimal untuk kriteria organoleptik (apperarance, rasa, warna, aroma, dan infusion) masing-masing hanya membutuhkan nilai 3 (mutu sedang). Pada aspek cacat teh yang tidak diterima di pasar tersebut sebagian besar merupakan cacat teh yang utama saja.. Pada rasa air seduhan teh, cacat yang tidak diterima adalah: Stewed, washy, weathery, gone off, coarse, ,raw, sweaty, thainted,over fired, smoky,bakey,burnt, fruity, dan sour. Pada kriteria warna, cacat warna air seduhan teh yang tidak diterima hanya dull. Untuk kriteria appearance teh kering, beberapa cacat yang tidak dapat diterima adalah brownish, grayish, reddish, stalky, dan fibrous.. Untuk cacat infusion, yang tidak dierima adalah greenish dan dark.

Beberapa persyaratan tambahan yaitu jenis kemasan, cara penyerahan barang, cara pembayaran, dan cara penjualan di pasar Rusia juga disajikan pada Tabel 2. Untuk jenis kemasan, para importir teh Rusia sebagian besar (60%) menginginkan kemasan jenis paper sack selebihnya (40%) dalam kemasan plastic polithene (PP). Hal ini dapat dimaklumi mengingat kemasan dalam paper sack lebih praktis, mengurangi masalah limbah, cukup aman, dan murah.

Pada aspek cara penyerahan barang, para responden menghendaki seluruhnya menggunakan cara penyerahan Free on Board (FOB). Pada aspek cara pembayaran, menghendaki pembayaran melalui Letter of Credit (L/C) sejumlah 80% responden, selebihnya (20%) menghendaki cara pembayaran melalui Cash After Document (CAD). Dalam hal cara penjualan yang umum dilakukan di pasar tersebut adalah jual beli sesuai dengan kebutuhan. Hal ini berkaitan dengan sangat fluktuasinya harga teh di pasar dunia.

Kondisi Mutu Teh Indonesia
Kondisi mutu teh Indonesia disajikan pada Tabel 3. Indonesia menawarkan semua jenis teh mulai dari high, medium hingga low grown tea. Teh Indonesia yang ditawarkan sebagian besar (50%) adalah jenis medium grown tea, selebihnya 39% low grown dan hanya 20% yang termasuk high grown tea. Untuk jenis grade yang ditawarkan, sebagian besar (56%) merupakan broken grade. Jumlah small grade mencapai 40% dari jumlah teh yang ditawarkan, sedangkan jumlah leafy grade yang ditawarkan sangat kecil yaitu rata-rata hanya 4% dari jumlah teh yang ditawarkan Indonesia.

Untuk atribut mutu organoleptik, ternyata seluruh nilai atributnya sudah lebih tinggi dari angka 3. Keunggulan teh Indonesia terletak pada aromanya yang rata-rata mencapai nilai 3,51. Di lain pihak, nilai appearance teh keringnya hanya mencapai rata-rata 3,15 yang merupakan nilai terendah dibandingkan dengan nilai atribut organoleptik lainnya. Nilai rata-rata rasa, warna dan infusionnya masing-masing mencapai 3,35; 3,29; dan 3,45.
Jenis cacat appearance yang sering dijumpai pada teh Indonesia adalah few tips, brownish, reddish, stalky, fibrous, dan cleanliness. Cacat warna yang sering dijumpai adalah light dan dull. Jenis cacat rasa yang sering dijumpai adalah high fire, smoky, bakey, burnt, malty, dan fruity. Untuk atribut infusion, jenis cacat yang sering dijumpai adalah dark.

Kemasan teh Indonesia untuk tujuan ekspor hampir seluruhnya menggunakan paper sack. Cara penyerahan barang sebagian besar (80%) dengan cara FOB, selebihnya 10% menggunakan CIF dan 10% lagi menggunakan C&F. Dalam hal cara pembayaran, 80% menggunakan irrevocable L/C, dan selebihnya menggunakan Cash After Document (CAD), Telegraph Transfer (TT), dan Promisory Note (PN). Cara penjualan sebagian besar (80%) merupakan cara jual beli yang disesuaikan dengan kebutuhan, namun terdapat pula cara penjulalan kontrak berjangka (20%) yang biasanya paling lama menggunakan jangka waktu satu tahun.

Tabel 3.

Saran Penyempurnaan Proses Produksi Teh Indonesia
Dengan memadukan data dan informasi selera pasar teh Federasi Rusia (Tabel 2) dengan kondisi mutu teh Indonesia (Table 3) maka dapat diperoleh analisis perbedaan atau gap antara selera dengan fakta mutu teh Indonesia yang dihasilkan sehingga diperlukan penyempurnaan proses produksi teh di Indonesia untuk melayani selera pasar Federasi Rusia. Dalam merumuskan saran-saran perbaikan proses selain mengacu pada analisis perbedaan tersebut juga mengacu pada hasil kesepakatan 5 orang pakar pengolahan dan 2 orang tea taster.
Pasar teh Federasi Rusia merupakan pasar dengan selera sedang yang sesuai dengan rata-rata mutu teh Indonesia, sehingga pernyempurnaan proses produksi yang dilakukan tidak terlalu sulit. Analisis perbedaan antara selera pasar Federasi Rusia dengan fakta produksi teh Indonesia serta saran perbaikan proses produksi teh Indonsia secara lengkap disajikan pada Tabel 4. Pasar Federasi Rusia tersebut menghendaki jenis teh medium grown yang sebagian besar (91%) dalam bentuk broken grade. Oleh karena itu, pasar Federasi Rusia hanya sesuai untuk teh yang dihasilkan oleh kebun-kebun teh dengan elevasi antara 800 hingga1200 meter dari permukaan laut (dpl) yang banyak terdapat di Indonesia. Untuk jenis grade yang sebagian besar (91%) menghendaki jenis broken grade, sedangkan produksi broken grade teh Indonesia hanya 56%, maka diperlukan penyesuaian program penggulungan, penggilingan, sortasi basah dan sortasi kering teh hingga dihasilkan broken grade yang maksimum.
Persyaratan nilai minimal untuk kriteria organoleptik (apperarance, rasa, warna, aroma, dan infusion) masing-masing hanya membutuhkan nilai 3 (mutu sedang), lebih rendah dari rata-rata mutu organoleptik teh Indonesia yang berkisar antara 3,15-3,51. . Pada aspek cacat teh yang tidak diterima di pasar Federasi Rusia sebagian besar merupakan cacat teh yang utama saja.. Pada rasa air seduhan teh, cacat yang tidak diterima dan sekaligus banyak dijumpai pada teh Indonesia adalah high fired, smoky,bakey, burnt dan fruity. Pada kriteria warna, cacat warna air seduhan teh yang tidak diterima dan juga banyak dijumpai di Indonesia hanya dull. Untuk kriteria appearance teh kering, beberapa cacat yang tidak dapat diterima dan juga banyak dijumlai pada teh Indonesia adalah brownish, reddish, stalky, dan fibrous.. Untuk cacat infusion, yang tidak dierima dan banyak terdapat pada teh Indonesia adalah dark. Penyempurnaan proses produksi untuk mencegah cacat-cacat rasa tersebut dan perbaikan pelayanan purna jual disajikan pada Tabel 4. Dalam hal cara penyerahan barang, cara pembayaran dan cara penjualan, tidak diperlukan penyesuaian karena sudah sesuai dengan cara-cara yang digunakan Indonesia.

Tabel 4.

 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Pasar Federasi Rusia menghendaki jenis teh medium grown dengan dominasi grade yang dikehendaki adalah broken grade (91%). Persyaratan nilai minimal untuk kriteria organoleptik (apperarance, rasa, warna, aroma, dan infusion) masing-masing hanya membutuhkan mutu sedang.
• Jenis kemasan, cara penyerahan, cara pembayaran, dan cara penjualan yang dikehendaki masing-masing adalah berupa kemasan paper sack, cara penyerahan Free on Board (FOB), cara pembayaran Letter of Credit (L/C) dan cara penjualan melalui jual beli sesuai dengan kebutuhan.
• Pasar Federasi Rusia hanya sesuai untuk teh yang dihasilkan dari kebun-kebun teh dengan elevasi antara 800 hingga1200 meter dari permukaan laut (dpl).
• Untuk melayani pasar Federasi Rusia, diperlukan penyesuaian program penggulungan, penggilingan, sortasi basah dan sortasi kering teh sehingga dihasilkan broken grade yang maksimum.
• Diperlukan penyempurnaan proses produksi untuk mencegah timbulnya beberapa cacat rasa air seduhan teh (high fired, smoky,bakey, burnt dan fruity), cacat warna air seduhan teh (dull), cacat appearance teh kering (brownish, reddish, stalky, dan fibrous) dan cacat infusion (dark).

DAFTAR PUSTAKA

Ditjen Bina Produksi Perkebunan. 2002. Laporan Studi Kebijaksanaan Penggunaan Model Komoditi untuk Penilaian Prospek dan Analisis Kebijakan Komoditi. Ditjen Bina Produksi Perkebunan.

Hendrawan. 2000. Kajian Pengembangan Usaha Agribisnis Sayuran di Perusahaan Pacet Segar, Cianjur, Jabar. Thesis Program Studi Magister Management Agribisnis. Program Pasca Sarjana, IPB

International Tea Committee. 2001. Annual Bulletin of Statistics 2001. International Tea Committee, London.

Suprihatini, R. 1998. Selera pasar masyarakat Rusia. Infoteh No.2, Mei 1998.

 

disadur dari : http://www.ipard.com/art_perkebun/0051003oha.asp

Proses Penetapan Klasifikasi Barang

July 22, 2008

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Paket Kebijakan

Perbaikan Iklim Investasi dengan ini disampaikan pedoman proses penetapan klasifikasi barang untuk

digunakan sebagai petunjuk pelaksanaan oleh pejabat yang bertanggung jawab dalam menetapkan klasifikasi

barang sebagai berikut :

1. Proses Penetapan Klasifikasi Barang

 1.1. Sebelum menetapkan Klasifikasi Barang perlu dilakukan identifikasi barang.

  1.1.1. Untuk proses identifikasi barang diperlukan informasi uraian barang antara lain dari :

   a. Pemberitahuan Pabean Invoice, Packing List, B/L, AWB atau dokumen

    pelengkap pabean lainnya;

   b. Laporan hasil pemeriksaan barang oleh Pejabat Bea dan Cukai;

   c. Hasil pengujian laboratorium;

   d. Dokumen Pendukung Klasifikasi Barang (DPKB);

    DPKB adalah semua dokumen yang dapat memberikan informasi terperinci

    tentang barang yang diimpor, komponen penyusun atau kandungannya,

    kegunaan dan cara kerjanya serta kondisi barang pada saat diimpor, antara

    lain Brosur, Katalog, Manual Book, Material Safety, Data Sheet (MSDS),

    Mill Certificate, Certificate of Origin, Certificate of Analysis Pythosanitary/

    Health Certificate atau dokumen lainnya.

   dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud diatas digunakan sebagai dasar

   identifikasi barang.

  1.1.2. Informasi yang diperlukan dari dokumen sebagaimana dimaksud pada butir 1.1.1.

   antara lain :

   a. Jenis/Karatekteristik/Hakikat barang tersebut.

   b. Komposisi dan komponen bahan penyusunnya.

    Perhatikan komponen penyusun yang memberikan sifat utama (essential

    character).

   c. Fungsi, kegunaan dan cara kerja barang tersebut.

   d. Spesifikasi teknis barang.

   e. Kondisi barang pada saat diimpor. Dalam keadaan lengkap atau rampung

    ataukah terbongkar sama sekali. Barang tersebut dapat langsung digunakan

    atau masih memerlukan barang lain atau merupakan pelengkap barang lain.

 1.2. Proses penetapan klasifikasi barang dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1.2.1. Perhatikan hasil identifikasi barang.

  1.2.2. Lihat Daftar Isi Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI), tentukan Bab-bab terkait

  1.2.3. Teliti masing-masing Bab terkait tersebut.

  1.2.4. Perhatikan Catatan Bagian/Bab/Sub Bab/Sub Pos dan uraian barang.

  1.2.5. Inventarisir pos-pos yang relevan dan setara;

  1.2.6. Gunakan referensi-referensi World Customs Organization/WCO (jika diperlukan).

   Contoh : Explanatory Notes to the Harmonized System, CD ROM HS Commodity

   Database, Alphabetical Index, Compendium of Classification Opinions.

  1.2.7. Tentukan pos yang tepat.

 1.3. Penetapan klasifikasi barang dilaksanakan dengan selalu memperhatikan Ketentuan Umum

  untuk Menginterprestasi Harmonized System (KUMHS).

2. Dalam rangka mempercepat proses penetapan klasifikasi barang, terutama untuk barang-barang yang

 secara sepintas serupa namun karena adanya perbedaan elemen penyusun, kadar, berat jenis,

 kapasitas atau karena elemen lainnya sehingga klasifikasi dan pembebanannya berbeda (contoh :

 senyawa-senyawa kimia, biji plastik, gula, pelumas, logam tidak mulia, komponen elektronik, dan lain-

 lain), maka :

 2.1. Sebelum impor :

  Importir mengajukan Permohonan Penetapan Tarif Atas Barang Impor Sebelum Penyerahan

  Pemberitahuan Pabean sebagaimana diatur pada Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai

  Nomor Kep-22/BC/1997;

 2.2. Pada saat impor :

  a. Importir melampirkan DPKB sebagaimana dimaksud pada butir 1.1.1. huruf d pada

   saat pengajuan Hardcopy Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

   DPKB yang dilampirkan tersebut harus diterbitkan oleh pihak yang berwenang atau

   pihak yang mempunyai relevansi dengan barang impor di negara pengekspor. Dalam

   hal, DPKB berupa hasil pemeriksaan laboratorium atau laporan pemeriksaan surveyor

   .luar negeri maka laboratorium ataupun surveyor tersebut harus telah terakreditasi

   oleh Badan Standarisasi Nasional.

  b. Pejabat Bea dan Cukai yang bertanggung jawab memeriksa barang wajib

   melaksanakan prosedur pemeriksaan barang sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal

   Bea dan Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tanggal 31 Januari 2003 tentang Petunjuk

   Teknis Pemeriksaan Barang, khususnya butir A.2.e dan C.1 Apabila dipandang perlu

   Pejabat Bea dan Cukai yang bertanggung jawab memeriksa barang dapat meminta

   copy DPKB atau penjelasan tambahan dari importir.

  c. Pejabat Bea dan Cukai yang bertanggung jawab dalam menetapkan klasifikasi barang

   melakukan proses penetapan klasifikasi barang sesuai tahapan-tahapan sebagaimana

   butir 1.2. Apabila dipandang perlu Pejabat Bea dan Cukai yang bertanggung jawab

   dalam menetapkan klasifikasi barang dapat meminta penjelasan tambahan dari

   importir, meminta pemeriksaan laboratorium atau meminta pemeriksaan bersama

   pejabat instansi teknis yang kompeten sebagaimana diatur pada Surat Edaran Direktur

   Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-05/BC/2003.

Demikian disampaikan untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

DIREKTUR JENDERAL,

ttd.

ANWAR SUPRIJADI

NIP 129050332

Tembusan :

1. Menteri Kordinator Bidang Perekonomian

2. Menteri Keuangan.

Persyaratan Penerbitan Certificate of Origin

July 22, 2008

1. Persyaratan Penerbitan Surat Keterangan Asal.

Eksportir harus mengajukan permohonan penerbitan SKA sesuai peruntukannya kepada Instansi Penerbit SKA disertai dengan dokumen pendukung sebagai berikut :

a.  Untuk ekspor barang yang wajib memenuhi ketentuan umum di bidang ekspor berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 17/M-DAG/PER/09/2005, adalah :

  1. Photo copy Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang telah difiatmuat oleh petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di pelabuhan muat atau lembar cetak (print out) PEB yang dibuat secara Pertukaran Data Elektronik (PDE) dengan dilampiri tindasan asli (original copy) Persetujuan Ekspor (PE); dan
  2. Tindasan asli (original copy) Bill of Loading (B/L) atau Copy Air Way Bill (AWB) atau Copy Cargo Receipt jika pelaksanaan ekspornya melalui pelabuhan darat.

b.  Untuk ekspor barang yang tidak wajib memenuhi ketentuan umum di bidang ekspor berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 225/KP/X/1995 tentang Pengeluaran Barang-Barang Ke Luar Negeri Di Luar Ketentuan Umum Di Bidang Ekspor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 317/MPP/Kep/9/1997, adalah :

  1. Kwitansi pembelian barang yang dimintakan SKA-nya, dan
  2. Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi penduduk Indonesia atau Paspor bagi Warga negara asing/wisatawan atau Surat Kuasa dari pemilik barang apabila pelaksanaannya menggunakan Perusahaan Jasa Titipan.

c.  Khusus untuk ekspor barang yang menngunakan SKA Form A, harus dilengkapi dengan dokumen sebagai berikut :

1.  Dalam hal permohonan SKA Form A untuk ekspor yang pertama :

(a)  Dokumen-dokumen sebagaimana tersebut dalam huruf a;

(b)  i. Pernyataan Permohonan SKA Form A apabila permohonan SKA adalah eksportir produsen.

ii. Pernyataan Permohonan SKA Form A ditambah dengan Pernyataan Produsen apabila pemohon SKA adalah eksportir bukan produsen dan Struktur Biaya per Unit dalam Dollar Amerika Serikat.

2.  Dalam hal permohonan SKA Form A untuk ekspor yang berikutnya atas barang yang sejenis tanpa adanya perubahan yang diajukan kepada Instansi Penerbit SKA yang sama, hanya menyertakan :

(a)  Dokumen-dokumen sebagaimana tersebut dalam huruf a; dan

(b)  Surat Penegasan Pemohon SKA Form A.

d.  Khusus untuk ekspor barang yang menggunakan SKA Form D, E dan GSTP harus dilengkapi dengan dokumen berupa Struktur Biaya per Unit dalam Dollar Amerika Serikat.

e.  Dalam hal eksportasi barang tertentu yang tidak disertai SKA preferensi atau SKA yang dipersyaratkan secara khusus berdasarkan kesepakatan internasional diatur sebagai berikut :

  1. Penetapan jenis barang tertentu akan ditetapkan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, sebagaiman dimaksud dalam Lampiran VII peraturan ini.
  2. Barang tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib disertai dengan SKA Form : B atau SKA berdasarkan perjanjian internasional.
  3. Khusus untuk ekspor barang tertentu dapat dilakukan verifikasi untuk menelusuri sumber bahan baku dan proses produksi.
  4. Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal khusus untuk barang tertentu akan dibatasi pada daerah-daerah tertentu disesuaikan dengan sentra industrinya sebagaimana dimaksud dalam Lampiran VII Peraturan ini.
  5. Persyaratan untuk SKA barang tertentu harus dilengkapi dengan dokumen sebagai berikut :

5.1 Photo copy Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang telah difiatmuat oleh petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di pelabuhan muat atau lembar cetak (print out) PEB yang dibuat secara Pertukaran Data Elektronik (PDE) dengan dilampiri tindasan asli (original copy) Persetujuan Ekspor (PE);

5.2 Tindasan asli (original copy) Master Bill of Loading (Non Negotiable B/L) atau Copy Air Way Bill (AWB), atau Copy Cargo Receipt jika pelaksanaan ekspornya melalui pelabuhan darat.

5.3 Surat Pernyataan Pemohon SKA sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IX Peraturan ini

5.4 Data pendukung sumber bahan baku berupa:

-  Data produksi perusahaan

-  Data Pembelian lokal :

  • Faktur pembelian
  • Invoice Lokal

-  Data pembelian impor :

  • Bill of Loading
  • Invoice
  • SKA negara asal barang

f.  Eksportir atau pihak yang memerlukan SKA, dapat memperoleh formulir SKA sesuai dengan jumlah yang diperlukan.

Sebagai contoh :

Dalam hal 1 (satu) PEB terdiri dari beberapa B/L (Bill of Loading) atau AWB (Air Way Bill), maka eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA dapat memperoleh formulir sesuai dengan BL (Bill of Loading) atau AWB (Air Way Bill).

g.  Instansi Penerbit mencatat nomor seri formulir SKA yang diserahkan kepada eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA pada sudut kiri bawah formulir permohonan.

Tarif Tambahan (Surcharge) Kargo

July 22, 2008

Selain price list, biasanya pengiriman kargo menerapkan biaya tambahan.

Biaya tambahan (Surcharge) dalam tarif kargo adalah sebagai berikut :

1. Barang kiriman yang memiliki berat per koli 150 kg atau  
lebih, dikenakan biaya tambahan sebesar 50% dari biaya kirim.
2. Barang besar tetapi ringan dikenakan volumetrix dengan  
perhitungan P x L x T / 6000 = ….. Kg.    
3. Kendaraan bermotor/mesin dikenakan biaya tambahan sebesar
100% dari biaya kirim.

Referensi : www.supercepatcargo.com

Certificate of Origin

July 21, 2008

By definisi certificate of origin, menurut wikipedia adalah :

certificate of origin atau CO adalah dokumen perdagangan internasional. dokumen ini menggaransi asal barang. Asal barang bukan berarti dari negara mana barang tersebut dikirimkan, tetapi dari mana barang tersebut dibuat.

Beberapa pengertian dalam certificate of Origin (CO) / Surat Keterangan Asal (SKA) :

  • Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin) adalah kaidah dan kriteria/persyaratan yang wajib dipenuhi atas suatu barang ekspor untuk dapat diterbitkan SKA-nya oleh pemerintah di negara asal barang sesuai ketentuan yang ditetapkan berdasarkan perjanjian bilateral, regional, multilateral atau ditetapkan secara sepihak oleh suatu negara tertentu.
  • SKA Preferensi adalah jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai persyaratan dalam memperoleh preferensi, yang disertakan pada barang ekspor tertentu untuk memperoleh fasilitas pembebasan sebagian atau seluruh bea masuk, yang diberikan oleh suatu negara/kelompok negara tertentu.
  • SKA Non Preferensi adalah jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan dan atau dokumen penyerta asal barang yang disertakan pada barang ekspor untuk dapat memasuki suatu wilayah negara tertentu.
  • Verifikasi adalah proses penyelidikan mengenai keabsahan dokumen dan atau kebenaran pengisian SKA yang dilakukan atas permintaan pemerintah di negara tujuan ekspor barang kepada Instansi Penerbit SKA.
  • Formulir SKA adalah daftar isian SKA yang telah dibakukan baik dalam bentuk, ukuran, warna kertas dan jenis peruntukan serta isinya sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian bilateral, regional dan multilateral atau ditetapkan secara sepihak oleh suatu negara tertentu atau ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Jenis-Jenis CO/SKA :

I. SKA PREFERENSI

Adalah jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai persyaratan dalam memperoleh preferensi yang disertakan pada barang ekspor tertentu untuk memperoleh fasilitas berupa pembebasan seluruh atau sebagian bea masuk yang diberikan oleh suatu negara/kelompok negara tertentu. SKA Preferensi terdiri dari 10 jenis.

II. SKA NON PREFERENSI

Adalah jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan dan atau dokumen penyerta asal barang yang disertakan pada barang ekspor untuk dapat memasuki suatu wilayah negara tertentu. SKA Non Preferensi terdiri dari 10 jenis.

:: MASA BERLAKU DAN KETENTUAN ASAL BARANG

I. Masa Berlaku SKA
   
 
  1. Secara umum, form SKA berlaku sejak saat diterbitkan oleh Insatansi Penerbit sampai dengan diterimanya barang ekspor dimaksud oleh importirnya.
  2. Secara khusus ada beberapa SKA yang mempunyai masa berlaku yang berbeda, yaitu:

●> SKA Form A untuk tujuan:

  • Uni Eropa dan Australia = 10 bulan
  • Jepang = 12 bulan
  • Kanada = 24 bulan

●> SKA Form D

●> Untuk pengiriman langsung, tetapi apabila pengirimannya melalui satu atau lebih pelabuhan di luar negara ASEAN, maka dapat diperpanjang 6 (enam) bulan.

●> Export Certificate = 120 hari (4 bulan), sejak tanggal diterbitkan.

●> Certificate of Origin for Imports of Agricultural Products into the EEC = 10 bulan.

   
II. Ketentuan Asal Barang
   
  Ketentuan Asal Barang atau Rules of Origin merupakan kaidah dan kriteria/persyaratan yang wajib dipenuhi atas suatu barang ekspor untuk dapat diterbitkan SKA-nya sesuai ketentuan yang ditetapkan berdasarkan perjanjian bilateral, regional, multilateral atau ditetapkan secara sepihak oleh suatu negara tertentu. Penjelasan lebih lanjut tentang ketentuan asal barang untuk SKA Preferensi dan SKA Non Preferensi dapat dilihat dalam Keputusan Menteri Perdagangan R.I. Nomor: 17/M-DAG/KEP/9/2005 Lampiran II tentang ketentuan penerbitan SKA berdasarkan jenis.

Tata Cara Penerbitan : Klik di sini


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.