Trik Bisnis di Thailand

Oleh : THEODORA ELFANI P

Lain padang lain ilalang. Lain tempat berdagang lain pula kebiasaan

PEPATAH ini telah sering kali kita dengar. Memang, setiap tempat baru pastilah memiliki ciri yang berbeda dengan budaya asal kita. Untuk itu, ada baiknya bila kita bisa cepat beradaptasi dan memahami budaya setempat sehingga kita tidak salah langkah dalam bertindak. Dalam bisnis, sikap ini tepat karena akan melapangkan jalan pertemanan dan itu berarti jejaring dan peluang berbisnis.

Tulisan ini akan sedikit mengulas etika berbisnis yang lazim berlaku di Thailand. Mengapa Thailand? Thailand adalah salah satu negara tetangga kita, yang meskipun kecil namun tetap bukan negara yang bisa dipandang sebelah mata. Survei Japan External Trade Organization (JETRO) tahun 2006 menyatakan bahwa Thailand merupakan lokasi yang optimal bagi pengembangan production base maupun sales base dalam waktu 5-10 tahun mendatang.

Bagi masyarakat Indonesia, Thailand lebih dikenal sebagai tempat wisata. Bangkok, Chiang Mai, Chiang Rai, pantai Phuket dan Pattaya, adalah lokasi-lokasi eksotis yang senantiasa menarik hati wisatawan. Thailand adalah juga salah satu pilihan surga untuk berbelanja dengan barang-barangnya yang variatif dan relatif murah.

Namun, tentunya bukan saatnya lagi hanya menjadikan Thailand sebagai tujuan wisata dan belanja. Sebab sekaranglah waktunya mencari peluang bisnis dan investasi di negeri Hajah Putih ini. Untuk itu, berikut adalah beberapa hal sederhana yang dapat diperhatikan untuk mengoptimalkan upaya bisnis di Thailand.

Mengerti budaya setempat

Pebisnis Thailand lebih menyukai berbisnis dengan orang yang mereka hormati. Artinya, membangun hubungan bisnis memerlukan proses berkelanjutan, yang tidak bisa berhenti pada pertemuan pertama. Selain itu, pemberian suvenir biasanya tidak dilakukan pada pertemuan pertama. Tetapi, pada pertemuan kedua, boleh saja bila kita ingin memberi suvenir, terutama barang-barang khas dari tempat kita berasal. Dalam membungkus barang pemberian hindari warna hijau, hitam dan biru karena warna ini berasosiasi dengan kesedihan. Pembungkus warna merah cocok sekali diberikan untuk orang Chinese Thai.

Peringkat bagi masyarakat Thailand memiliki arti yang penting. Penghormatan mereka pada orang-orang yang lebih tua membuat tata urutan atau hierarki sangatlah layak untuk diperhatikan.

Sulit bagi orang Thailand untuk berkata tidak. Oleh karenanya, kita harus memperhatikan bahasa non verbal mereka untuk menghindari kesalahpahaman penafsiran. Gerak tubuh dan ekspresi lainnya juga penting mengingat acapkali bahasa non verbal ini lebih bermakna ketimbang bahasa verbal. Perlu juga dipahami bahwa senyum bagi orang Thailand bisa mengandung beragam arti mulai dari yang paling positif sampai yang negatif.

Perihal nama, masyarakat Thailand biasanya menggunakan artikel Khun saat memanggil lawan bicara. Artikel Khun ini digunakan di depan nama orang tersebut (baik pria maupun wanita). Penggunaan Khun adalah cara yang dianggap sopan untuk menyapa, khususnya dalam suasana formal. Contohnya Mr. Thomas, maka ia akan disapa dengan sebutan Khun Thomas.

Dalam membuka percakapan, orang Thailand, secara tradisional, tidak biasa berjabat tangan. Mereka cenderung untuk mengatupkan telapak tangan seperti pada posisi berdoa dan mengangkatnya sampai ke depan muka, sambil menundukkan kepala. Ini disebut wai, dan diyakini sebagai cara yang lebih sopan untuk memberi salam sekaligus penghormatan. Wai biasanya dilakukan oleh mereka yang lebih muda, baik dari segi usia maupun posisi, kepada mereka yang lebih tua atau pun sangat dihormati. Sebaliknya, mereka bisa membalas dengan menganggukkan kepala. Orang Thai menggunakan wai untuk mengatakan halo, terima kasih dan selamat tinggal.

Setelah memberi salam dan atau berjabat tangan, maka saatnya untuk memberikan kartu nama. Dalam hal ini, sebaiknya kartu nama diberikan kepada orang yang lebih senior terlebih dahulu. Cara memberikan kartu nama adalah dengan tangan kanan serta dengan arah tulisan yang menghadap si penerima. Mungkin sama dengan kebiasaan di beberapa negara Asia lainnya, adalah sopan bila saat menerima kartu nama, kita tidak langsung memasukkannya ke dalam dompet atau tas melainkan dibaca atau dilihat selama beberapa saat untuk kemudian sedikit memberikan komentar. Ini akan memberikan kesan personal dan penghargaan terhadap lawan bicara.

Mengerti peluang pasar di Thailand

Thailand adalah negara pengekspor beras terbesar serta pengimpor udang terbesar. Jenis-jenis produk pertanian lainnya antara lain kelapa, jagung, karet, kedelai dan tapioka. Pada tahun 2006, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan hanya menyumbang 10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) namun menyerap 39% tenaga kerja. Hal ini terbalik dengan sektor industri di mana menyumbang 44.9% terhadap GDP namun hanya menyerap 23% tenaga kerja. Thailand juga merupakan pusat dari industri manufaktur otomotif untuk pasar ASEAN. Ekspansi dari industri ini memberikan banyak keuntungan bagi industri baja domestik mereka.

Selain itu, industri pariwisata juga memberikan kontribusi yang besar bagi ekonomi Thailand (6% dari GDP). Sumber pendapatan berasal antara lain dari pertukaran valuta asing serta berkembangnya industri kerajinan tangan karena hasil-hasilnya merupakan suvenir yang siap jual untuk para wisatawan.

Industri yang tengah berkembang di Thailand saat ini adalah tekstil dan garmen, pemrosesan hasil pertanian, sayuran, rokok, semen, manufaktur ringan seperti perhiasan, barang-barang elektronik dan komponennya, komputer dan suku cadangnya, furnitur, plastik. Thailand juga terkenal sebagai salah satu produsen terbesar beras, wolfram, dan kaleng di dunia.

Hal lain yang layak diperhatikan adalah perihal jam kerja dan hari libur. Hari kerja di Thailand adalah Senin sampai Jumat, dengan beberapa kantor yang buka setengah hari pada hari Sabtu. Meskipun begitu, tidak lazim bagi orang Thailand untuk melakukan business meeting pada hari Sabtu. Juga, ada beberapa hari yang sebaiknya dihindari bila ingin melakukan business visit / meeting ke Thailand, seperti misalnya awal bulan April, antara lain tanggal 6 April yang merupakan Chakri Days serta 13-15 April yang merupakan Tahun Baru Thai (Songkran). Selain itu, minggu pertama Mei juga sebaiknya dihindari karena pada tanggal 1 dan 5 Mei adalah hari libur bagi masyarakat Thailand.

Sebagai informasi tambahan, ada beberapa tempat berbelanja sekaligus mungkin juga peluang yang patut untuk dicermati, antara lain Chatuchak (atau Jatujak) weekend market yang merupakan pasar terbesar di Thailand, yang terletak di Bangkok, dan mungkin saja terbesar di dunia. Dalam pasar ini terdiri dari 15.000 kios. Diperkirakan di pasar ini terdapat 200.000-300.000 pengunjung setiap harinya. Sesuai dengan namanya weekend market, maka sebagian besar kios hanya buka pada Sabtu dan Minggu.

Pasar ini menjual berbagai macam barang termasuk pakaian, alat rumah tangga, barang kerajinan khas, barang-barang koleksi, makanan sampai pada binatang. Selain pasar Chatuchak ini terdapat banyak lagi pasar yang potensial di Bangkok antara lain Suan Lum Night Bazaar, Pratunam Market dan Patpong Night Market yang merupakan daerah tujuan turis, dan lain sebagainya.

Mencari peluang bisnis di Thailand memang mudah-mudah sulit. Tetapi, yakinlah bahwa semua akan terasa lebih mudah bila kita mampu memahami budaya dan kebutuhan mereka. Keseriusan dalam upaya memahami budaya dan peluang pasar ini hendaknya ditindaklanjuti dalam bentuk-bentuk kerjasama riil.

Keuletan dalam bekerja dan faktor kedekatan (baik dari segi lokasi maupun budaya sebagai sesama orang Asia) adalah faktor-faktor kunci yang dapat dimaksimalkan untuk menggapai sukses di tanah negeri Gajah Putih, Thailand. Siapa tahu anda dapat memasok maupun menjual produk-produk kita untuk dipasarkan di Thailand. Semoga sukses.

sumber : deplu.com

See Also :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: