Kisah Tom’s Silver Memulai Ekspor

Siapa yang tak kenal kerajinan perak dari Kotagede, Yogyakarta? Di salah satu jalan yang dahulu cuma cukup untuk jalan kuda, nama Tom’s Silver telah sampai mancanegara dan dicari para turis.
Siapa yang menyangka kalau kerajinan perak ini berawal dari kesulitan hasil bumi yang melanda petani Kotagede. Mungkin ini yang namanya blessing in disguised, dalam kesusahan muncul kreativitas pembawa berkah, berupa pesanan dari Keraton Yogyakarta.
Awalnya para petani ini hanya menatah logam untuk peralatan makan dengan mencontoh gambar dan produk dari Belanda. Salah satu keturunannya adalah Sutomo Sastrodiwarno yang kemudian mendirikan bengkel kerajinan perak dengan 25 perajin. Kelak bengkel ini menjadi Sutomo Silver, lantas di mancanegara lebih dikenal dengan Tom’s Silver.
Pada tahun 1972, Tom memulai ekspor perdananya. Tapi jangan membayangkan dengan pengapalan dan sebagainya, melainkan dengan tas kopor alias ditenteng.
Ekspor peralatan makan dengan tas kopor itu bahkan pernah mencapai 100 lusin sendok makan. Berikutnya ekspor mulai disertai perhiasan dan miniatur perak sekitar 25 persen.
Ketika Sutomo menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta, mulailah ekspor Tom’s Silver mengenal letter of credit (L/C). Ekspor kerajinan perak berupa peralatan makan tetap dominan, tapi juga diikuti dengan furnitur.

Wisata Belanja
Tidak berhenti pada ekspor produk saja, mulai tahun 1985 Tom’s Silver meraih penghargaan dari Trade Leader Club. Selanjutnya, bekerja sama dengan biro perjalanan luar negeri, Sutomo menjadikan bengkel dan tokonya sebagai ajang wisata belanja.
“Kami mengundang turis untuk melihat dari dekat proses pembuatan perak. Bahkan ada pelatihan singkat untuk membuat cincin perak bagi turis, yang boleh dimiliki pembuatnya,” kata Direktur Tom’s Silver Nevi Ervina di tengah ulang tahun ke-35 Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Wisata belanja ini berkembang dengan biro perjalanan dalam negeri yang menjadikan wisata edukatif. Wisatawan dapat berkunjung ke bengkel Tom’s Silver untuk melihat dari dekat proses peleburan hingga finishing berbagai bentuk kerajinan berbahan baku perak, bahkan kini sampai ke emas dan platinum (emas putih).

Generasi Keempat
Mulai tahun 1995, Sutomo mewariskan Tom’s Silver pada Nevi yang semula memegang kendali perkebunan teh dan kopi keluarga. Nevi merupakan generasi keempat perajin perak di Kotagede ini.
Di tangan Nevi, Tom’s Silver kian rajin mengikuti berbagai pameran. Kali ini tidak hanya di dalam negeri, tapi melalui BPEN menjadi peserta pameran di Belanda.
Di sini Tom’s Silver mendapat buyer besar sampai berhasil melewati krisis moneter di tahun 1997-1998. Bahkan hingga kini buyer itulah menjadi perantara untuk memasok cendera mata Tom’s Silver di Bandar Udara Schiphol dan berbagai tempat di Belanda serta Laffayette di Prancis.
Eropa menjadi tujuan ekspor terbesar Tom’s Silver dengan barometer desain pada kota Paris dan London secara bergantian. Sekarang Tom’s Silver tengah kebanjiran permintaan dari Ukraina.
Bahkan Swarovski pun kini memesan beberapa desain dekoratif dari Tom’s Silver. Dengan teknologi radium platinum, Nevi beranjak tidak sekadar menyajikan kerajinan perak.
Kendati masih mempertahankan kerajinan buatan tangan (handmade), Nevi juga bergerak pada produksi massal. Ia menawarkan cincin kelulusan (graduate ring).
“Kami sudah mendapat pesanan 1.500-2.000 graduate ring dari Harvard (University),” ujar Nevi.
Kreativitas dan inovasi terus-menerus Tom’s Silver tampaknya bisa menjadi contoh bagi UKM untuk menjadi besar dan menembus pasar global. (mega christina)

Sumber : sinarharapan.co.id

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: